Jadi Kesayangan Mertua, Ujungnya Mendua Juga

Sepertinya membutuhkan waktu lama bagi Jenab (38), nama samaran, untuk bisa melupakan pengalaman pahit bersama mantan suaminya, sebut saja Dodi (40). Jenab trauma karena Dodi yang begitu ia cintai dan menjadi kesayangan mertua, malah tega menduakannya dengan wanita lain. Apalagi, wanita selingkuhan suaminya itu temannya sendiri. Astaga.

Padahal, Jenab sudah banyak berkorban untuk Dodi. Mulai dari tempat tinggal, sawah, hingga kendaraan pribadi. Tapi ternyata semua itu tak membuat Dodi sadar diri, tetapi malah menyakiti hubungan rumah tangga yang sudah lima tahun mereka jalani. Kejadian itu terjadi tahun 2017 atau dua tahun lalu. Diceritakan Jenab, Dodi, warga asli Kabupaten Tangerang itu sebenarnya laki-laki yang baik, sikapnya lembut, orangnya juga sopan dan ramah, serta selalu berpenampilan rapi. Terlebih sikap Dodi yang kerap membuat keluarga Jenab semakin sayang padanya. Dodi tak risi berkotor-kotoran turun ke sawah. Padahal, wajahnya tampan dan kulitnya bersih. Dodi juga termasuk pekerja keras. “Bapak saya memang cari menantu yang bisa nyawah biar bisa nerusin usaha keluarga,” terang Jenab. Gitu mah saya juga bisa Teh.

Jenab sosoknya lumayan rupawan. Bisa dibilang kembang desanya. Meski postur tubuhnya agak sedikit gemuk, sepintas sosok Jenab masih terlihat menggoda, kulitnya juga putih mulus. Cantiknya alami sehingga tak heran menjadi incaran banyak pemuda di kampungnya. Terlebih Jenab terlahir dari keluarga berada, ayahnya punya banyak warisan lahan sawah. Ditemui di Kecamatan Tirtayasa, Jenab siang itu sibuk marut kelapa di depan warungnya. Ketika disapa, Jenab membalas Radar Banten dengan ramah dan mau diajak untuk berbincang-bincang. Jenab pun mulai menceritakan kisah masa lalunya yang kelam bersama mantan suami.

Diceritakan Jenab, pertemuannya dengan Dodi saat Jenab berkunjung ke rumah bibinya di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Dodi saat itu kebetulan tetangga bibinya Jenab. Diam-diam Dodi memperhatikan Jenab yang sering berkunjung ke rumah bibinya. Lama-lama Dodi mulai jatuh hati dan meminta untuk dicomblangkan dengan Jenab lewat tetangganya. “Bibi saya juga mendukung karena tahu kalau Dodi lelaki baik,” akunya. Kena deh!

Seminggu kemudian, Dodi diantar bibinya berkunjung ke rumah Jenab untuk berkenalan. Pas ketemuan, mereka cepat akrab. Maklum, keduanya memang dari awal sudah saling menyukai. Sejak itu, Jenab dan Dodi semakin dekat dan sering main ke rumah. “Dia ngomongnya sih mau serius sama saya, jadi saya juga yakin,” ujarnya. Iyalah masa main-main.

Empat bulan pacaran, Jenab dan Dodi akhirnya menikah. Mereka tinggal di rumah keluarga mempelai wanita. Setahun kemudian, mereka dikaruniai anak. Orangtua Jenab pun yang memang sudah merestui hubungan mereka langsung memberikan hadiah rumah dan sawah untuk Dodi. Tentu saja, kehidupan rumah tangga mereka semakin sejahtera. Sayangnya, seiring diberikannya kesenangan oleh orangtua Jenab, Dodi malah lupa diri. Musim panen pertama, ia pulang ke kampungnya dan pamer kekayaan membawa mobil dan membelikan adiknya motor serta emas untuk ibunya. “Waktu itu sih keluarga saya masih maklum. Soalnya Dodi kayaknya memang pengin ngasih sesuatu buat keluarga,” kenangnya.

Seiring berjalannya waktu, kelakuan Dodi berubah menjadi jemawa dan belagu. Ia tak mau lagi turun ke sawah dan sering menyuruh pekerja bayaran menggarap sawahnya. Saat itu Jenab dan ayahnya mulai khawatir dengan perubahan sikap Dodi. Benar saja, kekhawatiran Jenab dan orangtuanya terbukti. Diam-diam Dodi menjalin hubungan terlarang dengan wanita lain yang tak lain teman Jenab semasa SMA. “Kalau hari Minggu dia suka izin bawa mobil. Ternyata main cewek,” sesalnya. Tuh kan, makanya punya suami jangan dimanja.

Jenab mengetahui perselingkuhan suaminya dari laporan teman-temannya di Serang yang sering melihat Dodi bergandengan tangan dengan wanita lain di mal. “Pas saya tanya Kang Dodi awalnya enggak ngaku. Pas saya tegur ceweknya, dia nangis minta maaf ketakutan,” tukasnya. Tuh kan!

Mengetahui hal itu, Jenab emosi dan langsung mengusir Dodi. Keesokan harinya, Jenab menggugat cerai Dodi. Sekarang Jenab hidup menjanda. Sempat beberapa kali cowok melamarnya, tapi ditolak Jenab karena masih trauma, “Enggak mau nikah dulu, masih trauma,” kesalnya. Insya Allah saya mah setia Teh. (mg06/zai)