Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany pada acara Bimtek menuju 100 kota pintar Indonesia di Kantor Walikota, Jumat (4/8).

CIPUTAT – Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjuk Kota Tangsel sebagai daerah unggulan. Pemilihan ini didasari kepada pelayanan di daerah bekas pemekaran Kabupaten Tangerang yang menggunakan konsep teknologi.

Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, terpilihnya Kota Tangsel merupakan prestasi tersendiri. Apalagi, dirinya kini masih berusaha untuk mewujudkan sebagai kota cerdas.

Dirinya menyampaikan indikator smart city yang ditetapkan oleh Kemkominfo bukan hanya adanya teknologi sebagai unsur dari sistem pelayanan terhadap masyarakat. Melainkan hasil dari setiap program yang dilakukan oleh setiap organisasi perangkat daerah (OPD) juga menjadi tolok ukurnya.

”Smart city itu kan bukan hanya teknologi saja yang jadi tolak ukur. Hanya salah satu elemen yang tidak bisa dikesampingkan,” kata Airin usai acara Bimtek menuju 100 kota pintar Indonesia di Kantor Walikota, Jumat (4/8).

Menurutnya, dengan adanya bimbingan yang dilakukan oleh Kementerian tugas Pemkot Tangsel menjadi bertambah. Ini lantaran selain memaksimalkan pelayanan, kali ini adalah mencari produk unggulan yang bisa membuktikan Kota Tangsel adalah kota cerdas. Produknya bukan hanya barang atau aplikasi, melainkan kegiatan atau sistem pelayanan yang inovatif.

Ditambahkan, meskipun belum tergambar seperti apa produk yang dihasilkan, ia tetap optimis. ”Sekarang kita mencari produknya juga kan dibantu Kementerian melalui bimtek seperti ini. Nanti kalau sudah ketemu dievaluasi lagi, seperti itu jadi hasilnya matang,” katanya.

Sementara perwakilan Kemkominfo RI Nova Zanda mengatakan, program ini dilakukan untuk mewujudkan program 100 Kota Cerdas di Indonesia. Targetnya selesai pada 2019. Sementara untuk tahun ini sebanyak 25 kota yang akan dibimbing langsung oleh Kementerian.

”Kalau di Banten sendiri, ada dua yang masuk di tahun ini, yaitu Kota Tangsel dan Kota Tangerang. Menurut hasil penilaian, kedua kota ini memang memiliki indiktor yang dinilai tepat,” katanya.

Dia menambahkan, ada dua indikator yang menjadi penilaian dalam program ini. Yang pertama cetak biru Tangsel yang jelas arahnya. Kedua, praktik daerahnya.

”Jadi kalau keduanya memenuhi kriteria ya pasti akan kita bina,” ujarnya. (mg-04/Firdaus/RBG)