Jadi Pelarian, Hanya Bertahan Sebulan

Nahas benar nasib dialami Ikin (42), nama samaran. Mahligai rumah tangganya bersama sang mantan istri, sebut saja Siti (39), hanya bertahan satu bulan. Tak ada ingin tak ada hujan, tiba-tiba Ikin diceraikan. Alasannya, Ikin ternyata hanya menjadi pelarian istrinya yang sakit hati karena ditinggal menikah mantan kekasih. Ow ow ow.

Peristiwa itu terjadi lima tahun lalu. Ikin tak menyangka Siti yang dahulu ngebet ingin menikah dengannya ternyata hanya sandiwara. Tujuannya hanya sekadar ingin memanas-manasi mantan kekasihnya.

Padahal, Ikin awalnya begitu bahagia mendengar Siti mau menikah dengannya. Maklum, Ikin begitu menyayangi Siti yang dipujanya sejak lama. “Seminggu saya enggak keluar kamar, stres, malu sama orang-orang,” kenang Ikin yang ditemui Radar Banten di Kecamatan Tuntungteja.

Ikin saat itu sedang sibuk menambal ban yang bocor di bengkelnya di permukiman yang jalannya berbatu. Sambil menunggu pekerjaannya selesai, Ikin bercerita tentang kisah pahitnya dulu bersama mantan istri. Penasaran dengan kisahnya? Yuk, simak ceritanya.

Pas menikah dengan Siti, status Ikin pegawai bank swasta. Waktu itu, pengakuan Ikin banyak wanita yang kebelet ingin menjadi istrinya. Namun, Ikin lebih memilih Siti yang dicintainya sejak SMA. Ikin sampai kehilangan pekerjaan setelah peristiwa itu karena enggak fokus. Saat ini Ikin memilih membuka usaha bengkel bersama temannya.

Ikin bertemu Siti saat acara kelulusan SMA tak jauh dari rumahnya. Saat itu Siti sedang mengisi acara menjadi penari. Ikin yang hendak berangkat kerja langsung berhenti sejenak karena melihat kecantikan Siti dengan pakaian batiknya menarikan tarian khas daerah.

“Cantik banget dia, waktu itu masih SMA, tapi kayak sudah dewasa,” pujinya. Dasar mata keranjang.

Siti, menurut pengakuan Ikin, mempunyai wajah rupawan dan bodi yang menggoda. Siti juga dikenal primadona di sekolah dan di desanya. Kalau cuma modal tampang tapi enggak punya uang, jangan harap bisa mendapatkan cinta Siti. Apalagi Siti berasal dari keluarga berada. Ayahnya juragan tanah, ibunya guru ASN.

Ikin bukan lelaki biasa. Statusnya Ikin dulu pegawai bank yang setiap harinya selalu berpenampilan perlente, meski berasal dari keluarga sederhana. Maka tak heran, Ikin juga menjadi incaran banyak perempuan. Wajahnya sih biasa saja, tubuhnya tinggi besar dan sedikit berkumis.    Sejak mengenal Siti di acara kelulusan SMS itu, Ikin terus mencari tahu soal Siti dan mencuri kesempatan agar bisa mengobrol dengan sang pujaan hati. Mulai dari pura-pura lewat di depan rumahnya, sampai meminta nomor telepon Siti kepada tetangga. “Akhirnya saya dapat nomor teleponnya dan mulai kenalan,” kenangnya.

Kesan pertama begitu menggoda. Seiring berjalannya waktu dan semakin intensnya berkomunikasi, keduanya menjadi semakin dekat. Tak butuh lama bagi Ikin memberanikan diri untuk menyatakan perasaan cintanya terhadap Siti. Ikin yang sudah percaya diri, malah ditolak mentah-mentah oleh Siti dengan alasan sudah punya pacar. Sejak itu, sikap Siti berubah sombong dan cuek terhadap Ikin.

“Waktu itu saya sih enggak masalah, memang salah saya juga yang buru-buru nembak dia,” tukasnya. Sudah ditolak ya ditolak aja, Bang.

Tiga bulan kemudian, terdengarlah kabar kalau Siti diputuskan pacarnya yang menikah dengan wanita lain. Mengetahui Siti yang sedang galau dan jomblo, Ikin kembali mendekati dan menyatakan kembali perasaannya terhadap Siti dan akhirnya diterima. “Waktu itu dia curhat semua tentang cowoknya, saya sih dengerin aja,” ujarnya.

Sampai akhirnya Ikin mengajak Siti menikah. Siti tak banyak berpikir dan langsung menerima lamaran Ikin. Mereka pun menggelar pesta pernikahan cukup meriah dengan hiburan alunan musik dangdut, masyarakat ramai berdatangan. “Waktu itu dia senang banget nikah sama saya,” kenangnya mesem-mesem. Jangan kepedean, Bang.

Hari pertama pascamenikah, Ikin mengajak istrinya tinggal di rumah keluarga. Namun, mendapat penolakan dari Siti. Ikin masih bersabar dengan berbagai alasan yang bisa diterimanya. Demi rasa sayangnya, Ikin menuruti kemauan Siti.

Namun, malam pertama pernikahan, Ikin kembali dikecewakan oleh Siti yang menolak untuk berhubungan intim dengan alasan menstruasi. “Sampai setengah bulan, sikap dia cuek ke saya,” keluh Ikin. Lama amat menstruasi Bang.

Tak sampai di situ, Ikin kembali dibuat kecewa dengan sikap Siti yang tiba-tiba meminta cerai. Sontak, kabar itu membuat kedua keluarga kaget. Ikin pun ikut emosi hingga keributan di antara keduanya terjadi. Mendapat teguran dari Ikin, Siti malah menangis dan menutup diri di kamar. Sempat diadakan musyawarah, tetapi Siti tetap dengan keputusannya untuk pisah tanpa kejelasan yang membuat Ikin terus bertanya-tanya.

“Mungkin dia menikah sama saya dulu hanya pelarian. Kayaknya dia masih sakit hati dengan mantan pacarnya yang menikah dengan cewek lain,” sesalnya. Sabar ya, Bang.

Saat ini, baik Ikin maupun Siti kabarnya sudah memiliki pasangan masing-masing dan hidup bahagia. (mg06/zai/ira)