Jadi Sopir Angkot, eh Istrinya Nyolot

Ubay (43) nama samaran tak pernah menyangka, rumah tangga bersama Wiwi (41) kandas hanya gara-gara persoalan status pekerjaan. Ubay yang sejak muda terkenal sebagai lelaki mapan dan mandiri dengan status karyawan tetap di pabrik, pada akhirnya harus mengalami perceraian gara-gara ia beralih profesi sebagai sopir angkot. Astaga.

Ubay yang ditemui Radar Banten di Kecamatan Gunungsari pada siang menjelang sore  itu tampak letih setelah seharian narik angkot. Dengan kaus putih dan bercelana panjang, Ubay tampak bersantai dengan segepok uang lima ribuan dan kopi hitam. Penasaran dengan kisah Ubay? Yuk, kita simak ceritanya. 

Ubay mengaku, awal perjumpaan dengan Wiwi terjadi saat keduanya sama-sama mengurus persyaratan lamaran pekerjaan di sebuah warung foto kopi. Saat itu, mengetahui akan mengirim lamaran ke perusahaan sama, keduanya pun berkenalan dan bertukar nomor telepon.    

Sejak saat itu, Ubay dan Wiwi pun intens berkomunikasi. Kalau dilihat dari penampilan fisik serta kecocokan, kata Ubay, ia dan Wiwi bak langit dan bumi. Ubay yang berkulit hitam dan wajah tak terlalu tampan, merasa tak percaya diri saat jalan berdua dengan Wiwi. Bahkan, banyak orang bilang kalau Ubay lelaki beruntung bisa mendapatkan wanita secantik Wiwi.

Katanya, Wiwi memang wanita spesial. Memiliki bentuk tubuh tinggi semampai, ditambah wajah cantik dengan kulit putih bak putri salju, kesempurnaan Wiwi membuat siapa pun akan terpesona. Tak heran jika dahulu Wiwi dikejar-kejar banyak pria. “Dulu saya pernah dipukulin orang, ternyata mereka orang suruhan mantannya Wiwi yang enggak rela Wiwi pacaran sama saya,” curhat Ubay.

Singkat cerita, karir Ubay di perusahaan terus meningkat. Mulai jadi karyawan magang, sampai menjadi karyawan tetap, Ubay merasa sudah punya penghasilan cukup untuk membina rumah tangga. Tak menunggu lama, Ubay dan Wiwi pun sepakat menuju jenjang pernikahan.

Di awal rumah tangga, Ubay bersikap layaknya suami pada umumnya. Selalu memberi perhatian lebih pada istri dan mertua, setiap tanggal muda, Ubay mengajak Wiwi dan ibunya makan di luar. Tak hanya itu, bahkan sampai dibelikan baju dan barang mewah lainnya. Hal itu membuat istri dan ibu mertuanya senang.

Pokoknya, demi kebahagiaan mereka, Ubay rela melakukan apa pun. Ekonomi keluarga Wiwi pun meningkat. Sampai berjalan setahun usia pernikahan, hadirlah anak pertama, membuat rumah tangga mereka semakin berwarna. Wih, mantap amat sih kang baru setahun langsung punya anak.

“Ya namanya masih muda mah lagi kuat-kuatnya, Kang. Hampir setiap minggu begituan terus,” kata Ubay.

Ubay bercerita, alasan kenapa ia ingin memberi kesenangan pada istri dan ibunya karena tak tega melihat kondisi keluarga yang tak sempurna. Ya, ayah Wiwi sudah meninggal sepuluh tahun lalu. Sementara itu, Wiwi yang anak terakhir dari tiga bersaudara, tak pernah diurusi oleh kakak-kakaknya yang sudah lebih dulu berumah tangga.

Tapi, apa mau dikata, semakin diberi kesenangan ternyata malah membuat Wiwi lupa daratan. Bersikap semaunya dan banyak menuntut pada suami, Ubay mencoba memahami keinginan sang istri. Hingga suatu hari, cobaan itu terjadi. Ubay harus kehilangan pekerjaan karena posisinya di tempat kerja tergantikan tenaga kerja asing yang didatangkan dari Korea. “Ya kesal sih kesel, Kang. Tapi, mau bagaimana lagi, mungkin bukan rezeki saya,” katanya.

Seminggu dua minggu, Ubay masih bisa santai-santai. Sering menghabiskan waktu di rumah, Ubay mengaku sedang mengambil cuti kerja. Ubay sengaja merahasiakan status penganggurannya pada Wiwi. Aih, kenapa, Kang? “Enggak apa-apa sih, cuma waktu itu saya ngerasa enggak perlu cerita aja,” katanya.

Dua bulan kemudian, Ubay mulai merasa kekurangan karena uang tabungan mulai menipis. Karena tak ada pilihan lain, akhirnya Ubay mendatangi salah satu teman yang berprofesi sebagai supir angkot jurusan Serang-Cilegon. Sejak saat itu, jadilah Ubay bekerja sebagai sopir angkot.

“Waktu itu berangkat dari rumah pakaiannya rapi pakai seragam pabrik, tapi pas sampai terminal ya ganti baju biasa,” aku Ubay.

Sebulan kemudian, Wiwi marah lantaran uang yang Ubay berikan tak sebanyak biasanya. Parahnya, Wiwi malah menuduh Ubay punya simpanan. Meski begitu, Ubay mencoba bersabar menghadapi perilaku Wiwi. Namun, apa mau dikata, tiga bulan berturut-turut Wiwi emosi dan berbicara yang tidak-tidak pada suaminya, akhirnya Ubay habis kesabaran. Ubay mengaku kalau ia tak lagi bekerja di pabrik dan beralih profesi sebagai sopir angkot.

Wiwi tak terima, keributan semakin menjadi-jadi saat Ubay ikut terpancing emosi. Akhirnya, mungkin karena termakan amarah, Ubay mengucapkan kata cerai. Mereka pun berpisah. “Ya kalau dibilang menyesal mah menyesal, Kang. Tapi, semua sudah terjadi,” ungkapnya.

Saat ini Ubay dan Wiwi sudah memiliki pasangan masing-masing dan hidup bahagia. (mg06/zee/ira)