Jadi Tempat Isolasi, Hotel Trans Bakal Ditutup Untuk Umum

0
401 views
Kondisi salah satu kamar isolasi di Hotel Trans, di kawasan Lingkar Selatan, Kota Cilegon.

HOTEL Trans menjadi satu-satunya hotel yang bersedia digunakan sebagai tempat isolasi mandiri di Kota Cilegon.

———-

Diketahui, Pemkot Cilegon bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon mengeluarkan kebijakan larangan isolasi mandiri di kediaman masing-masing.

Untuk menghindari penyebaran Covid-19 di lingkungan keluarga, isolasi dilakukan di tempat yang telah disiapkan pemerintah, termasuk hotel salah satunya.

Hotel Trans berada di Lingkungan Kedung Baya, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Pantauan Radar Banten, hotel dengan warna tembok berwarna hijau itu berada di tengah-tengah permukiman masyarakat.

Untuk bisa ke hotel itu bisa melalui akses Jalan Lingkar Selatan (JLS). Di kilometer tiga, plang hotel kelas melati itu sudah terlihat. Dari JLS ke lokasi hotel hanya berjarak sekira 100 meter.

Hotel Trans memiliki 48 kamar. Pantauan Radar Banten, luas kamar sekira empat kali delapan meter persegi. Di dalam kamar terdapat spring bed, televisi, toilet, serta air conditioner (AC).

Kendati berada di sekitar permukiman, area hotel dibatasi dengan pagar tembok yang sangat tinggi.

Owner Hotel Trans, Danu Warsito saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya telah menyatakan bersedia jika fasilitas hotel digunakan untuk kepentingan isolasi mandiri.

Namun, menurut Danu, baru dilakukan pembahasan awal, belum pada sampai tahapan penandatanganan kerja sama serta persoalan terknis lainnya.

“Untuk itu, sejauh ini pelayanan hotel masih normal, masih terbuka untuk umum,” ujar Danu di hotel, Selasa (6/10).

Dijelaskan Danu, jika kerja sama telah disepakati dan Hotel Trans mulai digunakan untuk isolasi mandiri, maka layanan untuk umum akan dihentikan untuk sementara hingga penggunaan isolasi mandiri selesai.

Menurut Danu, sejauh ini pihaknya baru menyepakati tentang penggunaan kamar saja, sedangkan untuk kepentingan protokol kesehatan akan disiapkan oleh Gugus Tugas.

Danu mengaku belum tahu kapan hotelnya akan mulai digunakan untuk isolasi mandiri karena belum ada pembahasan lanjutan dengan Pemkot Cilegon dan Gugus Tugas.

Terpisah Asda II Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana pun mengaku belum bisa menjelaskan kapan penggunaan hotel tersebut untuk isolasi mandiri akan dimulai.

“Kita bersama Gugus Tugas masih mempersiapkan hal-hal teknis, mungkin sekira dua hari ini bisa kita tahu kapan dimulai,” ujar Dikrie.

Ia pun membenarkan jika kepentingan protokol kesehatan tidak dibebankan pada pengelola hotel, namun menjadi kewenangan Gugus Tugas.

“Seperti makan kan ada takaran gizi yang sesuai aturan, juga keperluan lain,” ujarnya.

Sebelumnya, Dikrie menjelaskan, anggaran sebesar Rp3,4 miliar disiapkan untuk kepentingan isolasi mandiri di hotel. Dengan dipusatkannya isolasi mandiri diharapkan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di klaster keluarga.

Biaya isolasi mandiri yang dicover oleh pemerintah meliputi tempat menginap, makan selama proses isolasi mandiri, serta perawatan medis. Akan ada tenaga medis yang akan mengontrol secara rutin kondisi kesehatan masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Dikrie berharap, dengan dicovernya biaya isolasi mandiri di hotel tidak dijadikan kesempatan oleh manajemen hotel untuk menaikan harga. Namun, Pemkot Cilegon tetap memperhatikan kesesuaian harga dengan layanan yang dibutuhkan.

“Kita pakai harga standar, tapi ada tambahan utama untuk asupan gizi karena perlu ada perubahan standar menu,” tuturnya. (bam/air)