Jadwal Perbaikan JLS Cilegon Kembali Molor

Kendaraan melintas di atas Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang sempat ambrol, kemarin. Hingga sebulan setelah Lebaran, jalan tersebut belum juga dibeton.

CILEGON – Jadwal perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) tahap kedua kembali molor. Hal itu terungkap setelah Pemkot Cilegon melakukan pertemuan dengan perwakilan industri di kantor Walikota Cilegon, Jumat (13/7).

Awalnya, jadwal perbaikan jalan yang berlokasi di lingkungan Temiang, Kecamatan Cibeber, itu dijadwalkan 10 hari pasca Idul Fitri. Namun hingga sebulan setelah Lebaran perbaikan yang menjadi tanggung jawab industri tidak kunjung dimulai.

Plt Walikota Edi Ariadi pun kemudian mengubah jadwal perbaikan yang akan dimulai pada pekan ini. Jadwal itu kembali mundur pasca pertemuan antara Edi dengan industri dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon. Dalam pertemuan itu disepakati perbaikan dimulai 1 Agustus mendatang.

Jalan yang melintasi Sungai Temiang itu diketahui sempat ambrol setelah diterjang banjir pada April lalu. Akibatnya akses menuju lokasi wisata Pantai Anyar itu pun terputus. Agar bisa dilewati pada arus mudik dan wisata Lebaran, jalan itu pun diperbaiki oleh Pemkot Cilegon, namun sebatas pengurukan menggunakan batu dan tanah, sedangkan untuk proses beton, sesuai kesepakatan, menjadi tanggung jawab industri.

Kepala Dinas PUTR Kota Cilegon Nana Sulaksana beralasan, molornya jadwal perbaikan JLS tahap kedua karena dana yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan tidak kunjung terkumpul. “Sesuai dengan kesepakatan, uang untuk perbaikan tahap kedua itu pun menjadi tanggung jawab indsutri,” ujarnya.

Nana menjelaskan, dari kebutuhan anggaran Rp2,5 miliar, sampai kemarin dana yang terkumpul baru Rp730 juta. Namun, menurut keterangan perwakilan industri, sebagian perusahaan tidak berpartisipasi dengan menyumbang dana, melainkan dengan material.

Misalnya PT Krakatau Steel (KS). Rencananya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu akan menyumbang besi. “Ada yang mau nyumbang batu. Tidak masalah, karena lumayan juga itu, besi aja butuh sekira 80 ton,” papar Nana kepada wartawan.

Dalam rapat tersebut, perwakilan industri mengaku siap untuk memulai perbaikan jalan pada 1 Agustus mendatang. Dana yang sudah terkumpul dinilai cukup untuk membayar jasa pengerjaan.

Sementara itu, koordinator perbaikan JLS tahap kedua Malim Hander Jhoni menjelaskan, anggaran yang sudah ada menurutnya cukup untuk upah kontraktor yang mengerjakan perbaikan itu. “Kalo anggarannya Rp 2,5 miliar, logikanya cukup 1/3 anggaran objek, cukup dong,” ujar Jhoni.

Menurutnya, untuk material sudah disanggupi oleh sejumlah pihak. Misalnya, untuk mengangkut material, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kota Cilegon sudah sanggup bantu, kemudian, untuk batching plant, Bangun Beton sudah siap. Pasir pun sudah siap dipasok oleh sejumlah perusahaan.

Sebagai koordinator, Jhoni berharap 1 Agustus mendatang proses perbaikan sudah bisa dimulai. Jhoni pun mengaku terus membangun komunikasi dengan pemerintah maupun industri. (Bayu M/RBG)