Jaga Tradisi PON, Kirim 3 Atlet ke Taiwan

Ketua KONI Banten (tengah) merangkul atlet sepatu roda Banten sebelum melepas keberangkatan ketiga atlet untuk berlatih ke Taiwan, Selasa (30/4) di Sekertariat KONI Banten.

SERANG – Prestasi cabor sepatu roda yang kerap menyumbang medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) membuat Pengprov Banten berusaha meningkatkan kemampuan atletnya. Kiat yang diambil organisasi pimpinan Ramang Agus adalah dengan mengirimkan 3 atlet sepatu roda berlatih ke Taiwan.

Keberangkatan tiga atlet yakni Afifah Nurul Syahidah, Hafidz Izzuddin Wibisono, dan Anindya Aretha Khairinnisa, Selasa (30/4) siang dilepas oleh Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo di Kantor KONI Banten.

Ketua Pengprov Porserosi Banten Ramang Agus menyatakan, keberangkatan tiga atlet ke Taiwan tidak lepas dari kerja sama Pengprov dengan KONI Kabupaten Tangerang dan Pengcab Porserosi Kabupaten Tangerang. Ketiga atlet yang berlatih di Taiwan akan melakoni latihan selama tiga bulan.

“Kenapa kita ambil kesempatan ini, selain kita dibantu federasi sepatu roda Taiwan juga karena Taiwan saat ini menjadi kiblat prestasi sepatu roda dunia. Selain disana atlet kita dibina salah satu pelatih ternama Taiwan,” ucap Agus.

Selain itu pengiriman atlet ke Taiwan diharapkan Agus membuat Pengprov Porserosi Banten mampu mempertahankan tradisi medali buat Banten di ajang PON. Diawali dengan berupaya meloloskan atlet Banten ke PON dengan status tiga besar di Pra PON.

“Jujur ini beban yang berat, baik mempertahankan tradisi medali dan lolos dengan status tiga besar. Makanya kami upayakan semaksimal mungkin sumber daya yang kami punya untuk mencapai itu semua,” tekad Agus.

Rumiah sendiri mengapresiasi langkah yang dilakukan Pengrov Porserosi Banten sehingga bisa mewujudkan latihan atlet ke luar negeri. Diyakini Rumiah latihan di luar negeri selain akan meningkatkan kemampuan atlet secara teknik dan fisik juga secara mental.

“Pengalaman sangat penting apalagi disana saya dengar kompetisinya banyak dan rutin. Ini bagus buat meningkatkan kemampuan atlet, berlatih di luar juga akan meningkatkan rasa percaya diri atlet,” ucap Rumiah.

Rumiah mengharapkan dengan kegiatan ini sepatu roda bisa mempersembahkan medali emas seperti era Bayu Bimantoro di PON XVI di Palembang tahun 2004. “Apalagi sekarang Banten dilatih Bayu, saya harap semangat juara tertular pada atlet lainnya. Kita butuh sumber medali emas setelah kita kehilangan 4 emas PPN XIX Jawa Barat dari cabor drumband dan berkuda, sepatu roda menjadi harapan untuk mengganti atau bahkan menambah medali emas,” tukas Rumiah. (apw/nda/ags)