Jagat FC Tahan Imbang Persipan



SERANG – Laga lanjutan kompetisi Liga 3 Asprov PSSI Banten, Rabu (31/7), mempertemukan tim Persipan Pandeglang dengan Jagat FC. Laga kedua tim yang mengisi papan tengah klasemen sementara grup A itu berakhir imbang dengan skor 1-1. 

Pada menit-menit awal babak pertama berlangsung, tim Persipan Pandeglang tampil lebih percaya diri. Permainan Persipan langsung menekan pertahanan tim asal Kota Cilegon itu. 

Melalui umpan pendek yang dilancarkan, gelandang Persipan Fikram Sudirman mengancam gawang Jagat FC. Peluang emas itu berbuah manis delapan menit pertandingan baru berlangsung. Gawang Jagat FC kebobolan untuk pertama kali oleh Fikram, pemain dengan nomor punggung 26. 

Tertinggal 1-0, Jagat FC masih mengandalkan serangan balik dan umpan-umpan lambung. Namun serangan Jagat FC masih bisa dipatahkan oleh gelandang Persipan yang juga memperkuat lini belakang. 

Pertandingaan terus bergulir. Upaya dari kedua tim masih terus menguat. Hingga pada menit ke-36, lagi-lagi Anang Setiawan harus menerima kartu kuning keduanya. Keputusan wasit itu memaksa Persipan harus bermain dengan sepuluh pemain. 

Meski ada ketidakseimbangan jumlah pemain, namun Persipan masih cukup kuat untuk membendung serangan Jagat FC. Jelang turun minum, Persipan masih unggul 1-0. 

Memasuki babak kedua, suasana pertandingan yang berlangsung di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang itu lebih memanas. Jagat FC mulai bermain menyerang, meski peluang yang dibuka masih gagal menjadi gol. 

Hingga pada menit ke-75, berawal dari sepakan pojok yang didapat Jagat FC. Umpan yang melambung ke depan gawang Persipan, diamankan oleh bek Persipan Fay Leonardo. Namun ada dorongan yang terjadi, sehingga membuat pemain Jagat FC terjatuh di dalam kotak penalti. 

Akibatnya, Fay mendapatkan kartu kuning dan Jagat FC menerima hadiah tendangan 12 pas. Striker Jagat FC Budi Pranata sukses menjadi algojo dalam tendangan penalti itu dimenit ke-77. Skor pun menjadi imbang 1-1. Skor itu tetap bertahan hingga pertandingan usai. 

Pelatih Jagat FC Sasi Kirono Sumantri mengaku kecewa dengan permainan anak asuhnya. Ia tak menyangka, permainan yang dipersembahkan melenceng jauh dari saat menjalani try out sebagai persiapan sebelum kompetisi dimulai. 

“Saat persiapan anak-anak ini mainnya bagus. Tapi setelah kompetisi jadi seperti ini, mentalnya kurang baik. Sepertinya harapan untuk lolos sudah tipis,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelatih Persipan Pandeglang Budi Handayani lebih menyoroti keputusan perangkat pertandingan yang dinilai merugikan timnya. Mengenai permainan anak asuhnya, Budi mengapresiasi. “Kita sudah all out. Sudah unggul lebih dulu. Tetapi keputusan wasit saya sangat tidak terima. Kita sudah kalah, masih terus ditekan,” ungkap Budi. (Riko BS)