Jajang Merana Terjebak Godaan Monik yang Sering Ditinggal Suami

Cerita kali ini terjadi di salah satu kampung di Kota Serang. Kisah rumah tangga yang awalnya berlangsung harmonis, mendadak jadi penuh tangis histeris setelah kedatangan tetangga baru dari Jakarta. Bagaimana tidak, orang baru yang seharusnya bersikap ramah, tetapi yang ini malah berani menggoda.

Sebut saja namanya Monik (31), wanita yang sering ditinggal pergi suaminya bekerja, diam-diam menaruh rasa kepada Jajang (35) bukan nama sebenarnya. Padahal lelaki ini selalu menjaga perasaan sang istri tercinta, sebut saja Muna (31). Namun, apalah daya, meski hati tak ingin mendua, kalau sudah digoda tetap saja terlena.

“Sumpah saya enggak ada niat buat selingkuh. Istri saya salah paham dan suka cemburuan, padahal mah cuma ngobrol doang,” ungkap Jajang kepada Radar Banten.

Bekerja sebagai karyawan di perusahaan otomotif di Kota Serang, Jajang memang memiliki penampilan mengesankan. Apalagi dengan motor gede yang dipakainya sehari-hari, membuat siapa pun akan mudah jatuh hati. Termasuk Monik yang tergila-gila sejak pandangan pertama. Oalah.

Terlahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara, Jajang tumbuh menjadi lelaki mandiri. Mengalami masa-masa susah dengan sekolah sambil bekerja, Jajang menjadi kebanggaan orangtua. Hingga akhirnya diterima bekerja di perusahaan sebagai teknisi, Jajang membangun kehidupan yang lebih baik dengan menikahi Muna.

Muna bukan wanita biasa, ia terlahir dari keluarga berada. Namun, lantaran orangtua yang tidak harmonis di usia tua, Muna tak bisa menikmati hidup bahagia. Ia memilih menjalani hari apa adanya dengan lelaki pilihan hati. Memiliki tubuh ramping dengan kulit mulus, Muna menjadi incaran banyak pria di kampungnya.

Dikenalkan kedua orangtua, Jajang dan Muna saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Seolah keduanya memang sudah dijodohkan oleh Tuhan, tak lama setelah perkenalan, mereka melangsungkan prosesi lamaran. Mengikat tali keseriusan, Jajang dan Muna bersiap menuju pelaminan.

Singkat cerita, menikahlah keduanya. Mengikat janji sehidup semati, Jajang dan Muna resmi menjadi sepasang suami istri. Mengontrak rumah sederhana yang tak jauh dari jalan utama, mereka berusaha membangun bahtera rumah tangga. Jajang bekerja, sang istri melayani di rumah.

Di awal pernikahan, semua berjalan lancar. Jajang menjadi suami yang penuh perhatian kepada istri. Apa yang Muna inginkan, pasti langsung diberikan. Begitu pun sebaliknya, Muna menjadi istri yang telaten melayani suami. Pokoknya rumah tangga mereka diselimuti kebahagiaan.

Setahun kemudian, Muna melahirkan anak pertama, membuat Jajang bahagia. Hubungan mereka pun semakin mesra. Di tengah suka cita menyambut buah hati tercinta, datanglah Monik sebagai orang baru yang jadi tetangga. Bersosialisi dengan lingkungan, Monik beberapa kali main ke rumah Muna menjenguk anaknya.

Namun, apa mau dikata, entah terpesona sosok Jajang atau memang termasuk wanita kegatelan, Monik diam-diam menyimpan perasaan. Hal itu terlihat dari senyumannya yang aneh, membuat Jajang bingung dan bertanya-tanya apa arti dari sikap tetangganya.

Wih, disenyumin gimana sih, Kang?

“Ya senyumnya sih biasa, tapi matanya itu loh. Kayak menggoda-goda gitu,” ungkapnya.

Tak hanya lirikan mata, di suatu siang yang terik, saat Dadang baru selesai mencuci motor di depan rumah, Monik datang mendekat. Seperti biasa, senyumnya mengembang bak bunga mawar yang tengah mekar. Di balik sikap ramahnya, ia membisikkan sesuatu kepada Jajang.

Parahnya, Jajang tak sadar akan tipu daya sang wanita. Menundukkan badan hingga tinggi mereka sesuai, Monik perlahan berkata di telinga Jajang. Tak lama kemudian, seorang warga kebetulan lewat di depan rumah.

“Ehm,” dehemnya mengagetkan Jajang dan Muna.

Sambil melirik sinis ke arah mereka, warga itu berlalu dengan mengelus dada dan geleng-geleng kepala.
Apesnya, keesokan harinya menyebarlah kabar tentang kedekatan Jajang dan Monik, membuat Muna panik. Bagai gunung merapi yang meletus, amarahnya membeludak memarahi sang suami. Tak peduli rasa lelah sepulang bekerja, Monik mengamuk membuat Jajang tak berdaya.

“Waduh, Kang. Saya enggak sanggup diamuk sama dia, saat itu pas banget ada lemburan. Belum makan, pas pulang malah dapat amukan,” keluh Jajang.

Lantaran tak ada bukti nyata atas tuduhan tentang perselingkuhannya, Jajang masih bisa dimaafkan. Butuh waktu tiga hari untuk membuat sang istri kembali seperti biasa. Yang tadinya melihat saja sudah mengelak, menjadi bisa diajak bicara dan bercanda.

Widih, beruntung itu namanya, Kang.

“Ya, intinya mah saya memang enggak salah. Terus saya jelasin pelan-pelan mah dia juga pasti bakal paham,” ungkap Jajang.

Apesnya, seolah jatuh ke jurang untuk kedua kalinya, Jajang tak mengira kalau Monik memang sedang mencoba menghancurkan rumah tangga. Saat pulang dengan motor sambil membawa dua tabung gas, Monik terlihat kesusahan dan terjatuh dengan motornya.
Jajang pun datang dan lekas mengangkatnya. Entah ini yang dinamakan strategi perselingkuhan atau memang karena ketidaksengajaan, Jajang masuk ke rumah Monik dan menidurkannya di atas kasur. Setelah itu Jajang pamit untuk memanggil sang istri.
Belum sempat masuk ke dalam rumah, suara pecahan piring dan gelas terdengar keras. Ketika membuka pintu, sang istri sudah mengamuk.

Tanpa sepengetahuan suami, diam-diam rupanya Muna mengintip dari balik jendela ketika Jajang mengangkat tubuh Monik.

Rumah tangga mereka pun berakhir begitu saja hanya karena godaan tetangga. Namun lagi-lagi, nasib baik masih berpihak pada Jajang.

Tiga bulan setelah perceraian, mungkin menyesal membuat hancur rumah tangga orang, Monik meminta maaf dan meminta Muna kembali lagi pada Jajang. Mereka pun kembali hidup bersama.

Alhamdulillah, lain kali jangan terlalu baik sama tetangga yang suka menggoda ya Kang! Hehe. (daru-zetizen/zee/ags/RBG)