JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kini menjadi sasaran dan tempat mengeluh terhadap banjir yang mengepung Jakarta. Sebagai orang nomor satu di JAKARTA yang menggantikan Jokowi yang terpilih jadi presiden, pria yang karib disapa Ahok ini tentu tidak bisa mengelak.

Seperti apa reaksi Ahok melihat hampir setiap sudut Jakarta terendam banjir? Menurutnya, ada tiga alasan yang mengakibatkan air mengenangi ibu kota. Pertama hujan begitu lebat sehingga volume air di luar dari dugaan.

“Kita tidak sangka, hujan begitu besar volumenya,” kata Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Senin (9/2).

Kedua adalah sejumlah pompa yang dipergunakan menyedot air tidak mencukupi. “Pompa kapasitas nggak cukup, terus pompanya ngambek ibaratnya sudah mampet. Dia (pompa) terus dari jam delapan malam, terlalu panas. Dia nggak kuat lagi. Itu yang menyebabkan pompa kurang, langsung kerendam protokol (jalan),” ungkapnya.

Yang ketiga adalah genangan air terus bertambah karena adanya rob yang ketinggiannya mencapai 210 cm. Namun, ia juga telah menginstruksikan Dinas Tata Air DKI untuk segera memperbaiki pompa penyedot air.

“Servis. Tapi, intinya rob mesti diberesin sama di utara. Ini mesti pasang pompa besar,” jelasnya. pungkas Ahok. (awa/jpnn)