JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di Jakarta. Permohonan maaf itu ia sampaikan terkait banjir yang masih menghantui Jakarta sejak, Senin (9/2) kemarin.

“Makanya, pertama kita harus minta maaf kepada masyarakat bahwa fakta DKI itu belum bisa menyelesaikan banjir yang aliran kiri (barat) dan aliran kanan (timur),” ujar pria yang kerap disapa Ahok itu di Balai Kota, Jakarta, Selasa (10/2).

Meski begitu, Ahok mengklaim bahwa banjir yang terjadi di Jakarta saat ini lebih cepat surut dibanding banjir-banjir sebelumnya.

“Banyak daerah banjir yang sekarang cuma sebentar surut,” tutur Ahok.

Sementara, mengenai permintaan Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa Pemprov DKI Jakarta harus segera mengatasi permasalahan banjir, pria berusia 48 tahun ini mengaku tengah berupaya untuk mengatasinya. Salah satunya yakni dengan menyerukan penggunaan pompa di sungai bila ada perusahaan yang ingin membangun. Tujuannya agar ketika hujan turun, air tersebut bisa mengalir ke sungai bukan ke rumah warga.

“Kita juga sudah mulai menyadari sesuai pesan Pak JK, Jakarta kan terjadi penurunan permukaan tanah, jadi kalau mau buka tanah harus pakai pompa di ujung sungai terdekat,” tandas pria kelahiran Belitung Timur ini. (chi/jpnn)