Jakarta PSBB, Penumpang Commuter Line Turun

0
429 views
Para penumpang menaiki kereta api lokal Merak-Rangkasbitung di Stasiun Serang, Senin (14/9).

LEBAK – Hari pertama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta berimbas terhadap jumlah penumpang di Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (14/9). Penumpang moda tranportasi kereta rel listrik (KRL) commuter line yang akan menuju Jakarta mengalami penurunan.

Pantauan Radar Banten di Stasiun Rangkasbitung, situasi di depan hall stasiun tampak lengang. Calon penumpang yang akan menggunakan moda transportasi massal tidak perlu antre masuk ke areal stasiun. Mereka dengan leluasa memasuki pintu gerbang yang dijaga petugas keamanan dalam (Pamdal). Namun, tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan manajemen PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Agus, staf PT KCI di Stasiun Rangkasbitung, membenarkan terjadi penurunan penumpang yang menggunakan moda transportasi massal KRL commuter line. Penyebabnya akibat pemberlakuan PSBB ketat di  Jakarta.  “Iya, ada penurunan dibandingkan hari biasa. Padahal, setiap awal pekan jumlah penumpang ke Jakarta dan Tangerang membeludak,” kata Agus kepada Radar Banten, Senin (14/9).

Terkait volume perjalanan KRL commuter line dari Rangkasbitung menuju Jakarta dan sebaliknya, Agus mengungkap, tidak ada pengurangan perjalanan KRL relasi Rangkasbitung – Tanah Abang dan sebaliknya. Perjalanan KRL tetap normal mulai pukul 04.00 sampai 21.00 WIB. Namun, kapasitas penumpang di dalam KRL dibatasi 50 persen. “Prinsipnya harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Para penumpang wajib memakai masker, menggunakan lengan panjang, dan menjaga jarak,” tegasnya.

Enjang, staf Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengatakan, antrean penumpang KRL commuter line di Stasiun Rangkasbitung tidak terlalu panjang. Padahal biasanya, antrean mengular hingga ratusan meter. Namun pada hari pertama PSBB di Jakarta, calon penumpang dari Stasiun Rangkasbitung mengalami penurunan.

“Antrean tetap ada, tapi enggak terlalu panjang. Kalau biasanya mencapai ratusan meter. Tapi pada Senin pagi hanya belasan atau puluhan meter saja,” terangnya.

Enjang mengaku, tiap hari menggunakan moda KRL commuter line untuk ke kantornya di Jakarta. “Di dalam KRL, saya menggunakan masker dan menjaga jarak dengan penumpang lain,” tukas mantan jurnalis tv ini.

STASIUN SERANG

Sementara pantauan Radar Banten di Stasiun Kereta Api Serang, Senin (14/9) sore, loket pembelian tiket untuk pemberangkatan pukul 16.44 terlihat lenggang. Antrean hanya diisi tak kurang dari tiga puluh penumpang.

Berdasarkan jadwal perjalanan KA Lokal Merak yang terdapat dalam papan informasi itu ada empat KA melayani tujuan Merak.

Saat dikonfirmasi salah satu penjaga loket tiket mengatakan, Stasiun Kereta Api Serang masih melayani perjalanan penumpang. “Sejauh ini masih normal. Kalau penempatan penumpang sesuai dengan protokol kesehatan,” ujar perempuan yang enggan disebutkan namanya.

Terkait penurunan penumpang, perempuan berjilbab itu enggan membeberkan. “Untuk informasi lanjut silakan ke Humas Kereta Api di Cikini aja,” terangnya.

Salah satu calon penumpang Kereta Api ke Rangkasbitung, Anisa (25) mengatakan, semenjak penerapan PSBB di Jakarta terjadi penurunan penumpang. “Kemarin saya dari Rangkas ke Serang enggak seperti biasanya. Mungkin saja, karena PSBB di Jakarta,” katanya.

Sejak pandemi Covid-19 tempat duduk di gerbong kereta api menerapkan physical distancing.  “Duduk dibatasi. Selang-seling gitu. Karena musim corona (Covid-19),” terangnya.

TURUN 19%

Terpisah Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba, mengatakan jumlah penumpang KRL berkurang 19 persen. Data ini tercatat hingga pukul 08.00 WIB, Senin (14/9).

“Pengguna KRL tercatat ada 92.546 pengguna atau berkurang hingga 19 persen dibandingkan Senin (7/9/2020), yang mencapai 114.075 pengguna pada waktu yang sama,” kata Anne, dalam keterangan resminya.

Dia menjelaskan, jumlah penumpang di Stasiun Bogor pun berkurang 17 persen. “Di Stasiun Bogor, jumlah pengguna hingga pukul 08.00 WIB tercatat 6.920 penguna (turun 17 persen dibanding Senin Pekan lalu pada waktu yang sama),” ungkap Anne. Pada Stasiun Bojonggede, lanjutnya, tercatat 6.899 pengguna (turun 4 persen). (tur-fdr-/alt)