Jalan Berlubang Kepung Ibukota Banten

Pengendara melintasi Jalan Ayip Usman yang dipenuhi lubang di Lingkungan Cikepuh, Kelurahan Unyur, Kota Serang, kemarin.

SERANG – Jalan-jalan di Kota Serang belum semuanya mulus. Jalan berlubang masih dijumpai di Ibukota Banten ini.

Lubang tersebut tersebar merata. Mulai dari lubang kecil hingga yang cukup besar. Pantauan Radar Banten, titik lubang terjadi di ruas Jalan Ayip Usman. Mulai di dekat perlintasan rel kereta api Kebaharan, Cibiuk, dan Kagungan.

Jalan berlubang juga masih ditemukan di Jalan Samaun Bakri, dekat Pasar Induk Rau, Lingkungan Tanggul, Cimuncang, Kota Serang.

Jalan berlubang juga banyak terjadi di Jalan Warungjaud. Yakni, mulai Kampung Ciputat sebelum terowongan Terondol, akses jalan menuju Perumahan Mutiara Indah, dan Kampung Kaligandu. Padahal, di area itu tidak hanya ada perumahan, kantor pemerintahan seperti Kelurahan, Kecamatan Serang, dan Kantor Kelas I Imigrasi Serang ada di area tersebut.

Jalan berlubang dan rusak parah juga terlihat di ruas Jalan Pakupatan-Bendung. Tidak hanya berlubang, aspal akses jalan tersebut banyak mengelupas. Beberapa ruas jalan bergelombang karena mengalami pergeseran tanah sehingga terkesan kumuh.

Selain kondisi jalan, drainase pada lokasi itu juga kurang baik. Drainase mengalami penyempitan dan penyumbatan. Kerap terjadi luapan air dari sawah di samping kiri kanan bila turun hujan. Kondisi jalan juga diperparah dengan rusaknya penerangan jalan umum (PJU).

Padahal jalan itu tidak hanya sebagai akses Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang di Kampung Baru, Penancangan, Cipocokjaya. Selain rumah sakit, ruas jalan itu juga menjadi akses beberapa perkantoran pemerintah. Di antaranya, kantor Kelurahan Penancangan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang, UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Serang, SMK N 7 Kota Serang, dan Dishub Kabupaten Serang.

Lubang jalan yang terlihat mencolok juga terjadi di Kelurahan Banjar Agung. Jalan menuju Terminal Pakupatan itu banyak lubang besar yang membuat genangan air. Lubang yang dalamnya antara lima sampai sepuluh sentimeter itu diperparah dengan banyaknya aspal yang terkelupas.

Jalan berlubang lainnya dapat dijumpai di Jalan Abdul Hadi. Lubang terjadi tepat di simpang Warung Pojok. Bukan hanya lubang, drainase yang buruk kerap menyebabkan genangan air meluber saat hujan turun. Begitupun Jalan Jayadiningrat, Kaujon, juga terlihat berlubang. Ada dua lubang yang tidak jauh dari jembatan Kali Cibanten.

Yang lebih menyolok mata, lubang di Jalan Kepandean. Jalan semakin parah lantaran banjir selalu terjadi saat hujan turun. Sementara, Jalan Serang-Cilegon, hanya ada beberapa titik lubang saja. Termasuk lubang di beberapa titik di Jalan Serang-Petir yang juga kerap terjadi banjir.

Kondisi jalan berlubang dan yang rusak dikeluhkan warga. Lilik Fahroji Warga Lingkungan Dander, Penancangan mengatakan, jalan rusak sudah terjadi cukup lama. Warga sudah melaporkan kepada pihak kelurahan, tetapi belum ada penanganan. “Sudah lama, kita juga sudah ajukan proposal untuk perbaikan,” katanya saat ditemui Radar Banten di
lokasi, kemarin.

Rusaknya jalan dan tidak adanya PJU membuat warga yang melintas harus berhati-hati. Apalagi saat melintas malam hari dalam keadaan gelap dan hujan. Tidak jarang, kecelakaan terjadi karena terpeleset. “Pernah kecelakaan parah sampai patah tulang,” ungkap Lilik.

Belum lama ini, lanjut Lilik, akses jalan sempat tergenang air. Genangan terjadi akibat luapan air sawah dan drainase yang buruk. “Lumayan besar, ada kali selutut,” katanya sembari menunjukan kondisi drainase yang mengalami penyempitan. (ken/alt/ira)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten
atau versi digital di
epaper.radarbanten.co.id.
Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB),
BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00
WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming
www.barayatv.com/live.