Jalan Cikande-Rangkasbitung yang Berlumpur Dibersihkan

Proyek Galian Tanah Dihentikan Sementara

Sejumlah pengendara melintasi Jalan Cikande-Rangkasbitung, Kecamatan Jawilan, yang tertutup lumpur tanah merah dari aktivtas galian, Minggu (12/5). FOTO: YOPI FOR RADAR BANTEN

JAWILAN – Jalan berlumpur Cikande-Rangkasbitung, tepatnya di Kampung Cijampang, Desa Bojot, Kecamatan Jawilan, mulai dibersihkan, Senin (13/5). Pembersihan jalan dilakukan pihak perusahaan galian tanah yang diduga menjadi penyebab jalan tertutup lumpur.

Sebelumnya, kondisi jalan dikeluhkan warga karena tertutup lumpur yang mengakibatkan jalan licin dan memakan korban. Jalan juga sulit dilalui kendaraan dan dinilai berbahaya.

Pantauan Radar Banten di lokasi, tidak ada aktivitas pengangkutan tanah oleh truk milik perusahaan galian tanah. Kondisi jalan bersih, arus lalu lintas juga lancar. Sejumlah kendaraan bertonase besar terparkir di lokasi galian.

Tampak dua pemuda duduk di pos lokasi galian. Dua pemuda itu langsung mengarahkan Radar Banten menemui pihak perusahaan yang diketahui bernama PT Inti Baja Surya Sakti. Radar Banten ditemui Kepala Pelaksana perusahaan, Sutoyo di ruang kerjanya.

Kata Sutoyo, pihaknya langsung bergerak cepat membersihkan jalan tertutup lumpur yang dikeluhkan warga akibat aktivitas galian tanah sesuai standar operasional yang berlaku. “Setiap hari juga kita semprot agar jalan tetap bersih,” ujarnya.

Sutoyo tak menyangkal, arus lalu lintas sempat tersendat akibat proyek galian tanah yang sedang dikerjakannya. Ia berkelit, jalan tertutup lumpur akibat hujan deras yang membuat tanah berceceran ke jalan. “Jadi, itu faktor cuaca saja,” kelitnya.

Kendati demikian, Sutoyo memastikan, kejadian serupa tidak akan terulang kembali. Bahkan, pihaknya saat ini menghentikan proses pengangkutan tanah sampai kondisi jalan benar-benar pulih sambil menunggu cuaca cerah.

“Sudah tiga hari kita hentikan pengangkutan tanah. Sekarang bisa dilihat jalan sudah bersih,” tukasnya.

Menanggapi hal itu, Camat Jawilan Agus Saepudin berjanji, pihaknya akan terus memantau kegiatan galian tanah di Desa Bojot agar tidak menggangu aktivitas masyarakat. “Intinya, kita semua baik masyarakat maupun perusahaan harus saling menjaga kenyamanan dan keamanan lingkungan,” ujarnya. (mg06/zai/ira)