Jalan Kabupaten Serang Ditarget Rampung Tahun 2020

Jalan rusak di Tambak-Pamarayan akibat aktivitas alat berat proyek nasional. Foto : Yadi For Radar Banten

SERANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang mempercepat pembangunan jalan poros kabupaten. Jalan sepanjang 601 kilometer ditargetkan rampung pada 2020.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Serang Hatib Nawawi mengatakan, jalan kabupaten sepanjang 601 kilometer belum terbangun semua. Selama empat tahun terakhir, pihaknya sudah membangun 468 kilometer jalan dengan sistem betonisasi. “Sisa yang belum dibangun ada 133 kilometer lagi,” katanya kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Senin (14/10).

Untuk menyelesaikan sisa jalan yang belum dibeton, Hatib mengaku, sudah menawarkan konsep kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Jalan sepanjang 133 kilometer itu akan dibangun pada tahun depan. “Jadi, tahun depan kita lelang semuanya, ada beberapa yang pekerjaannya tahun jamak atau multiyears, kemudian pembayarannya kita selesaikan pada 2021,” ujarnya.

Untuk proyek tahun ini, Hatib memastikan tidak ada yang gagal lelang. Progres pembangunan infrastruktur milik Kabupaten Serang, kata dia, sudah hampir rampung, yakni sekira 80 persen. “Target kita bulan depan sudah selesai semuanya, sudah harus 100 persen,” terangnya.

Ia memaparkan, proyek infrastruktur yang dikerjakan tahun ini, yakni jalan kabupaten sepanjang 75 kilometer, pembangunan tiga jembatan, rehab 37 daerah irigasi (DI), dan pembangunan yang lainnya. “Tahun ini jalan kabupaten tidak sampai 100 kilometer karena keterbatasan anggaran,” katanya.

Dikatakan Hatib, setelah seluruh jalan kabupaten selesai dibangun, pihaknya akan membangun jalan desa yang ditingkatkan ke jalan kabupaten. Luasnya, mencapai 400 kilometer.

“Jalan desa yang ditingkatkan ini akan kita lebarkan dulu sesuai dengan standar jalan kabupaten menjadi 5,5 meter, setelah itu kita beton,” ucapnya.

Kepala Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Ojat Darojat mengatakan, di wilayahnya ada jalan desa yang ditingkatkan menjadi jalan kabupaten. Yakni, jalan Cikolelet-Rancasanggal dengan panjang empat kilometer. “Kondisinya sekarang rusak berat, tadinya mau kita bangun menggunakan dana desa, tapi sudah ditingkatkan ke jalan kabupaten,” katanya.

Ojat berharap, akses jalan tersebut dapat segera diperbaiki karena kondisinya yang sudah rusak berat. Selain itu, jalan tersebut juga merupakan akses menuju kawasan desa wisata Cikolelet. “Jalan itu juga jadi akses event tahunan Ngagurah Dano, jadi sangat tidak etis kalau jalannya masih rusak,” ujarnya. (jek/zee/ira)