Jalan Kapinango-Kadujawer Licin dan Berbatu

PAGELARAN – Ruas Jalan Kapinango-Kadujawer yang menghubungkan Desa Kertasana dengan Desa Senangsari sepanjang empat kilometer tinggal tanah. Warga dua desa itu mengeluhkan kondisi tersebut lantaran aktivitas mereka menjadi terganggu.

Andis Sutiadi, warga Kampung Kapinango, Desa Kertasana, mengatakan bahwa jalan Kapinango-Kadujawer belum pernah diperbaiki Pemkab sejak 2010. Akibatnya, jalan menjadi rusak, tinggal tanah dan bebatuan besar yang runcing. “Jelas ruas jalan ini dikeluhkan warga lantaran selain licin, juga membahayakan. Apalagi, di setiap musim hujan seperti sekarang ini. Kalau tidak mahir berkendara dan hafal jalan, bisa-bisa terjatuh dan mengalami cedera,” kata Andis ditemui di Situ Waluran, Desa Kertasana, Minggu (14/2/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Ia menerangkan, Jalan Kapinango-Kadujawer merupakan akses utama menuju dua camat, yakni kantor Kecamatan Pagelaran dan kantor Kecamatan Labuan. “Kenapa warga kerap mengeluhkan ruas jalan tersebut? Karena tidak bisa dilewati. Setiap kali akan ke kantor Kecamatan Labuan, harus berputar mencari akses jalan lain. Padahal, jika jalan itu baik, rutenya sangat dekat,” katanya.

Dia berharap, pada tahun ini ruas Jalan Kapinango-Kadujawer dilakukan perbaikan. “Jadi, warga tak kesulitan mencari akses jalan lain untuk menuju Kecamatan Labuan. Lebih-lebih jika perbaikan menggunakan beton,” harap Andis.

Ditemui di kantornya, Kepala Desa Kertasana Uhadi tak membantah bahwa jalan Kapinango-Kadujawer tinggal batu dan berlubang. “Pada tahun lalu, kami sudah mengusulkan betonisasi untuk ruas jalan itu. Bahkan, laporannya sudah disampaikan ke DBMSDA (Dinas Bina Marga Sumber Daya Air) Kabupaten Pandeglang,” ungkapnya. (RB/mg-05/zis/dwi)