Jalan Mongpok-Pematang Putus Akibat Banjir

0
449
PATAH: Tiga pengendara sepeda motor ini menghentikan perjalanannya di Jalan Mongpok-Pematang, Senin (8/5). Mereka tidak tahu jembatan di atas Sungai Cipari patah. FOTO: ROZAK/RADAR BANTEN

SERANG – Banjir pada Jumat (5/5) tidak hanya terjadi di Desa Tamansari, Kecamatan Baros. Banjir bandang akibat luapan Sungai Cipari juga terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Cikeusal dan Kragilan. Banjir ketika hujan deras mengakibatkan jalan Mongpok-Pematang terputus.

Pantauan Radar Banten, Senin (8/5), jalan yang menghubungkan Desa Mongpok di Kecamatan Cikeusal dengan Desa Pematang di Kecamatan Kragilan putus akibat jembatan di atas Sungai Cipari patah. Penyangga jembatan dari beton di dua sisi sungai ambruk total, terseret arus sungai. Menurut warga, kerusakan itu terjadi pada Jumat malam.

Saat itu, menurut warga Desa Mongpok bernama Andre, Sungai Cipari meluap melebihi ketinggian jembatan. “Waktu itu (Jumat malam, 5/5) kayak lautan, jalan juga tenggelam,” katanya.

Andre mengatakan, jalan tersebut merupakan akses tercepat dari Desa Mongpok menuju Desa Pematang atau sebaliknya. Akibat jembatan di Jalan Mongpok-Pematang patah, masyarakat menggunakan Jalan Gandayasa. “Jaraknya bisa jauh, berkali lipat,” tukasnya.

Andre mengimbau pengendara kendaraan yang melintasi Jalan Mongpok-Pematang untuk berhati-hati. Bukan karena kondisi jalan beton yang bagus, tetapi karena belum ada rambu peringatan pada jembatan yang putus.

“Kemarin (Minggu, 7/5) saja, ada yang jatuh ke sungai karena enggak tahu jembatannya ambruk,” terang Andre.

Kepala Desa Mongpok Dadih Sunardi membenarkan, Jalan Mongpok-Pematang putus akibat jembatannya patah disapu banjir bandang. Fondasi dan jembatan di atas Sungai Cipari itu merupakan bangunan tua.

“Kalau tidak salah, dibangunnya pada tahun 1992. Dulu, itu hasil swadaya masyarakat,” jelas Dadih kepada Radar Banten di kediamannya, di Kampung/Desa Mongpok.

Dadih juga tidak menampik bahwa kerusakan jembatan itu dikeluhkan warganya. “Banyak karyawan pabrik (di Serang Timur-red) yang lewat sini. Anak sekolah juga banyak,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa Jalan Mongpok-Pematang merupakan jalan kabupaten. Pemeliharaannya menjadi kewenangan Pemkab Serang. Kerusakan jembatan yang memutus jalan tersebut telah ia laporkan kepada Pemkab Serang.

Kepala Seksi Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Serang Yadi Priyadi mengaku, sudah melihat kerusakan jembatan di atas Sungai Cipari. Jembatan itu diakuinya sudah tua. “Hari Sabtu (6/5), sudah ke sana sama Pak Kadis (menyebut Kepala Dinas PUPR Kabupaten Serang Hatib Nawawi-red),” katanya melalui telepon seluler.

Dinas PUPR, lanjut Yadi, langsung merencanakan pembangunan jembatan. Instansinya menaksir biaya yang dibutuhkan sekira Rp1 miliar.

“Belum bisa ditentukan waktu pembangunannya kapan. Kita proses perencanaannya dulu,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Yadi, DPUPR akan membangun jembatan sementara untuk menghubungkan Desa Mongpok dengan Desa Pematang. “Nanti akan dibuatkan (jembatan-red) dari besi,” pungkasnya. (Rozak/Radar Banten)