Jalan Nasional Mulai Rusak

Lubang besar menganga di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang. Jalan itu merupakan salah satu jalan nasional di Kota Cilegon yang dalam kondisi rusak.

CILEGON – Memasuki musim hujan, jalan nasional yang melintas di Kota Cilegon mulai mengalami kerusakan. Sejumlah titik terdapat lubang yang digenangi air. Sedangkan lainnya ada yang mengelupas permukaannya hingga kondisi jalan bergelombang.

Kondisi jalan tersebut dianggap berbahaya karena berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Di sisi lain, jalan nasional di Kota Cilgon merupakan jalan dengan lalu lintas padat kendaraan. Pantauan Radar Banten, Rabu (22/1) dari simpang empat Cibeber hingga simpang empat kawasan industri Krakatau Steel jalan berlubang serta bergelombang sangat mudah ditemukan.

Beberapa titik jalan yang berlubang misalnya di depan Hotel Sukma, di Flyover Cibeber, di depan pertokoan Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, serta genangan di dekat Pusdiklat Krakatau Steel. Bahkan sejumlah aliran drainase di sepanjang jalan itu pun terlihat menganga tanpa penutup yang bisa membahayakan warga.

Sedangkan jalan bergelombang sudah bisa ditemukan di sepanjang jalan dari simpang empat Alun-alun Kota Cilegon, melintasi kawasan pergudangan PT Krakatau Steel, hingga simpang empat kawasan industri Krakatau Steel. Bahkan satu titik di jalan tersebut kerap digenangi air jika hujan terjadi.

Kondisi bahaya juga terjadi di Jalan Raya Anyar-Cilegon. Konstruksi jalan beton itu di sejumlah titik terlihat retak dan berlubang.

Daryono, salah satu warga menuturkan, kondisi jalan berlubang dianggap sangat membahayakan bagi masyarakat. Pria yang sehari-hari berjualan cincau tersebut mengaku pernah menyaksikan kecelakaan lalu lintas terjadi di simpang tiga Jalan Jendral Ahmad Yani, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, tepatnya di depan Hotel Sukma. “Di pas pertigaan itu kan ada lubang, dalem itu, kalau hujan gak ketahuan sebab ada air, pernah ada motor jatuh di situ,” tuturnya.

Penuturan yang sama pun diutarakan oleh Rendi. Ia mengaku pernah hampir terjatuh karena ban sepeda motornya masuk ke dalam lubang yang berada di tengah jalan. “Kalau saya gak konsentrasi jatuh itu,” ujarnya saat ditemui di depan Ramayan Cilegon.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon Erik Airlangga berharap Satuan Kerja (Satker) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional  (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera memperbaiki jalan tersebut.

Ia berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon sebagai perwakilan Pemkot Cilegon bisa mengkoordinasikan hal tersebut agar segera bisa terealisasi. “Masyarakat kan tahunya di Kota Cilegon, mereka tidak tahu itu kewenangannya pemerintah pusat kah, provinsi kah, atau kota,” ujar Erik kepada Radar Banten, Rabu (22/1).

Kata Erik, sebagai pemerintah, Pemkot Cilegon mempunya kewajiban untuk bisa mendorong percepatan perbaikan jalan tersebut agar masyarakat tidak menjadi korban. Bagaimanapun, meski menjadi kewenangan pemerintah pusat, masyarakat Cilegon yang menggunakan jalan tersebut setiap harinya. “Akan kita komunikasikan lagi dengan Dinas PU biar ada percepatan, mumpung sekarang masih awal tahun,” tuturnya.

Menanggapi kondisi jalan nasional tersebut, Kepala Dinas PUTR Kota Cilegon Ridwan mengaku akan menyurati Satker  BBPJN agar segera melakukan perbaikan jalan tersebut. “Akan kita data, kita segera menginformasikan titik jalan yang rusak keapda Satker jalan nasional,” ujarnya. (bam/ibm/ags)