Jalan Penghubung Banten dan Jawa Barat di Lebak Ambles

0
3.589 views
Kondisi Jalur Cikumpay yang berada di Kecamatan Panggarangan menuju Kecamatan Sobang dan menghubungkan provinsi Banten dan Jawa Barat.

LEBAK – Jalur Cikumpay yang berada di Kecamatan Panggarangan menuju Kecamatan Sobang dan menghubungkan provinsi Banten dan Jawa Barat ambles sepanjang 150 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Jalan tersebut ambles pada hari Senin (29/1) dan sampai sekarang belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Camat Panggarangan Agus Sudrajat mengatakan, jalur tersebut sebelumnya dibangun oleh CSR dari PT. Cemindo Gemilang dengan panjang 72 KM. Diduga amblesnya jalan tersebut dikarenakan selama sepekan ini wilayah Lebak Selatan diguyur hujan dengan disertai angin kencang.

“Amblesnya kemarin pada hari Senin (29/1), tapi tadi siang dari pihak Cemindo informasinya sudah melakukan pengecekan dan akan melakukan perbaikan. Setidaknya jalan tersebut bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Supaya warga dan anak sekolah bisa melewati jalan tersebut untuk aktivitas sehari-hari. Sementara ini aktivitas warga dialihkan ke jalan alternatif melewati jalan perkampungan,” ujarnya saat dihubungi Radar Banten Online, Selasa (30/1).

Umyati Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panggarangan mengatakan, saat hendak berangkat ke sekolah tidak bisa melintasi jalan tersebut, karena kondisinya sudah rusak, tentunya ini sangat menggangu untuk aktivitas, pasalnya di sebrang sana masih banyak sekolahan. Sehingga kegiatan belajar mengajar pun ikut terhambat, karena aksesnya tidak bisa dilalui.

“Saya harap jalan tersebut segera diperbaiki, sehingga aktivitas warga dan para pelajar tidak terhambat. Karena kalau melewati jalur lain itu cukup jauh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Panggarangan Buharta mengatakan, jalan yang dibangun PT. Cemindo ini ambles karena diguyur hujan terus menerus. Saat ini warga sangat sulit mencari jalur alternatif. Ia berharap, agar pemerintah yang memiliki kebijakan terhadap jalur tersebut untuk segera memperbaikinya, karena jalur tersebut adalah akses perekonomian warga yang biasa dilintasi. (Omat/twokhe@gmail.com).