LEBAK – Jalan Cigemblong-Sobang sepanjang 20 kilometer kondisinya memprihatinkan. Selain bergelombang, jalan tersebut juga tidak bisa dilalui jika datang musim penghujan. Soalnya, badan jalan yang telah dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) itu kondisinya kini masih berupa tanah merah.

    Lukmanul Hakim, warga Cikate, Kecamatan Cigemblong, menyatakan, jalan yang menjadi akses masyarakat Cigemblong menuju Sobang dibangun TNI beberapa tahun lalu. Jalan tersebut awalnya hanya setapak sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan. Tapi sekarang, kendaraan roda dua dan roda empat sudah lalu lalang di ruas jalan tersebut. Walaupun, kondisinya cukup memprihatinkan karena rusak berat.

    “Seingat saya, jalan tersebut dibangun oleh TNI. Ketika itu, bupatinya masih Pak Mulyadi Jayabaya (JB),” kata Lukmanul Hakim kepada wartawan, kemarin.

    Setelah itu, tidak ada kegiatan peningkatan jalan yang dilakukan Pemkab Lebak. Badan jalan hanya dibatu dan sekarang kondisinya sudah rusak. Batu-batu yang melapisi tanah merah sudah banyak yang terkikis air hujan. Karenanya, jika hujan deras mengguyur wilayah tersebut, pengendara roda dua maupun roda empat kesulitan melintas karena jalan menjadi licin dan berlumpur.

    “Jalan ini menjadi akses masyarakat menuju Sobang. Di sepanjang jalan tersebut terdapat lahan pertanian yang cukup luas. Petani di Cigemblong maupun Sobang memanfaatkan jalan tersebut untuk mengangkut hasil bumi,” ujarnya.

    Camat Cigemblong Aat Fatoni membenarkan kondisi Jalan Cigemblong-Sobang rusak berat. Selama ini, masyarakat sudah sering menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan jalan kabupaten tersebut. Namun, keterbatasan anggaran membuat pemerintah daerah memprioritaskan jalan strategis kabupaten terlebih dahulu yang dibangun.

    “Saya dapat informasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR-red), tahun ini akan dilakukan pengerasan jalan sepanjang dua kilometer. Tujuannya, supaya struktur badan jalan kuat dan setelah itu baru dilakukan pengaspalan,” jelasnya.

    Masyarakat di sepanjang Jalan Cigemblong-Sobang diiimbau aktif melakukan kegiatan gotong royong membersihkan dan meratakan badan jalan. Misalnya, dengan membersihkan saluran drainase di pinggir jalan sehingga ketika hujan turun air tidak menggenang di tengah jalan. Tapi, akan langsung mengalir ke saluran drainase. Jika menggenang di tengah jalan maka akan mempercepat kerusakan badan jalan.

    “Masyarakat diharapkan bersabar. Pemkab Lebak akan berupaya maksimal untuk melakukan kegiatan pembangunan di daerah,” paparnya.

    Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak Wawan Kuswanto menyatakan, Jalan Cigemblong-Sobang sepanjang 20 kilometer kondisinya rusak berat. Jalan kabupaten tersebut belum menjadi prioritas untuk ditingkatkan karena kondisi keuangan daerah yang terbatas. Bupati Lebak akan lebih dulu menyelesaikan pembangunan jalan strategis kabupaten seperti Jalan Kolelet-Rangkasbitung, Jalan Malingping-Rangkasbitung, Jalan Bojongmanik-Cirinten hingga Gunungkencana, dan beberapa ruas jalan lainnya.

    “Termasuk, Jalan Raya Leuwidamar yang menjadi akses wisatawan menuju kawasan adat masyarakat Baduy,” terangnya.

    Ke depan, setelah jalan strategis kabupaten tuntas diperbaiki, Pemkab secara bertahap akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Jalan Cigemblong-Sobang. Jalan tersebut menjadi akses terdekat dari Sobang menuju Cigemblong dan dibuka pertama kali oleh TNI melalui program TMMD.

“Sebagian jalan di sana melintasi areal pertanian. Kalau wilayah perkampungan yang dilintasi kurang lebih hanya lima kilometer. Selebihnya merupakan daerah tegalan (pertanian-red),” ungkapnya. (tur/zis/ira)