Jalan Protokol Cilegon Semakin Macet Parah

Dua lajur Jalan Ahmad Yani, Kota Cilegon, mengalami kemacetan parah, Minggu (3/6).

CILEGON – Sebelum berdirinya Gedung Cilegon Center Mall (CCM), jalan protokol di Kota Cilegon sudah sering mengalami kemacetan. Namun, sejak dioperasikannya pusat perbelanjaan di Jalan Ahmad Yani itu, kemacetan di jalan protokol semakin parah.

Pantauan Radar Banten, sejak diresmikan sampai dengan kemarin (3/6), kondisi jalan protokol mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Sultan Ageng Tirtayasa mengalami kemacetan panjang. Baik dari arah Pondok Cilegon Indah (PCI) maupun arah sebaliknya, juga mengalami kepadatan. Terlebih akses menuju CCM, kemacetan mengular sampai dengan depan Ramayana. Tak jarang antrean kendaraan sampai eks gedung Matahari lama.

Kondisi kemacetan yang parah membuat petugas memblokir sejumlah belokan. Kendaraan dari arah PCI yang hendak ke CCM tidak bisa belok arah di depan kantor cabang Bank bjb. Sementara belokan di depan Sucofindo juga diblokir bila kemacetan sedang parah. Pengendara pun terpaksa memutar di depan Masjid Agung.

Fadil, salah seorang warga Kota Serang mengaku kesal. Ia dan keluarga jauh-jauh dari Serang sebenarnya penasaran ingin mengunjungi CCM. Namun, beberapa belokan di jalan protokol Cilegon justru diblokir. Yang membuatnya kecewa, begitu sampai di gerbang CCM, kendaraannya tidak diperkenankan masuk lantaran halaman parkir CCM Penuh. “Terpaksa saya balik lagi ke Serang,” katanya, kemarin.

Rahma, pengendara roda dua mengaku kaget dengan kemacetan yang parah tersebut. “Kok macet begini ya. Padahal biasanya juga enggak. Apalagi saya cuma pakai motor,” katanya.

Menurut Rahma, jika memang akan bangun mal atau tempat perbelanjaan, seharusnya pihak pengelola memikirkan apakah akan berdampak terhadap kemacetan atau tidak. “Jika berdampak, ya secepatnya dipikirkan dan cari solusinya,” terang Rahma kesal.

Senada dengan Rahma, pengendara roda empat Reinaldi juga menyesalkan dengan kemacetan yang semakin bertambah parah. “Hari-hari biasa saja di sini kadang macet. Apalagi sekarang ada mal. Ya tambah macet. Harus secepatnya cari jalan keluarnya dan jangan diam saja,” imbuh Reinaldi.

Kata Reinaldi, seharusnya hal-hal seperti itu sudah dipikirkan jauh-jauh hari oleh pihak pengelola. “Itu dilakukan supaya tidak terjadi kemacetan parah di jalan protokol. Kalau sudah begini kan mengganggu kenyamanan para pengendara,” tutur Reinaldi.

Dikonfirmasi Manajer Proyek PT Yestar Karya Utama (YKU) Deni Hartoyo menjelaskan, terkait kemacetaan yang ditimbulkan oleh adanya gedung CCM, sampai sekarang masih berproses. “Sedang berproses. Kita sekarang ini sedang pengembangan untuk dibuka lebih lebar lagi gabungan SPBU dengan SKI,” jelas Deni.

Selain itu, kata Deni, pihaknya juga sekarang ini sedang melakukan pengembangan lahan parkir. “Kita sedang siapkan lahan parkir di area belakang seluas lima hektare. Kita targetkan satu bulan soal kemacetan ini sudah tidak lagi menjadi keluhan pengendara karena kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Cilegon,” ujar Deni.

Deni berharap, para pengendara yang melintasi jalan protokol ini, khususnya yang melintasi area CCM bisa sedikit bersabar. “Karena kami juga tidak tinggal diam. Kami terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tandasnya. (Umam-Ibnu M/RBG)