Jalan Raya Anyar yang Rusak Makan Korban, Ibu Rumah Tangga Tewas

0
421 views

CITANGKIL – Memasuki musim hujan, sejumlah jalan rusak banyak ditemukan. Kondisi ini bisa menjadi ancaman bagi pengendara jalan, terutama yang membawa sepeda motor.

Pada Sabtu (14/1), terjadi kecelakaan tunggal yang menimpa sepasang suami istri Suryana Priyatna (31) dan Eti Suneti (23). Suryana yang mengendarai sepeda motor Yamaha Fino nomor polisi A 4016 WJ, tergelincir di Jalan Raya Cilegon-Anyar, tepatnya di Lingkungan Krenceng, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil.

Berdasarkan informasi, insiden itu terjadi sekira pukul 08.00 WIB. Suryana yang membonceng isterinya menuju arah Ciwandan rupanya tidak memperhatikan adanya lubang menganga di tengah jalan. Begitu terjerembap, isterinya terpental dan mengalami benturan keras dengan jalan beton.

Eti Suneti pun tak sadarkan diri dan langsung dibawa ke RSUD Cilegon. Namun sayang, nyawa ibu satu anak itu tidak tertolong. Sementara Suryana hanya mengalami luka lecet di tangan kanannya.

Kasat Lantas Polres Cilegon AKP Fikri Ardiansyah mengaku prihatin adanya kecelakaan yang disebabkan jalan rusak. Dia mengimbau agar warga lebih hati-hati lagi. “Korban langsung dibawa pulang suami dan keluarganya. Sedangkan motornya masih di Polres,” ujarnya.

Kholilah, bibi Suryana, menjelaskan, almarhumah Eti meninggalkan seorang anak laki-laki bernama Ahmad Andika Ramadan (7). “Waktu tahu ibunya meninggal, anaknya menangis dan suka bilang takut. Tidak cuma anaknya. Suaminya juga shock setelah isterinya meninggal dunia,” ungkapnya.

Kata dia, Jalan Raya Anyar memang sering makan korban. “Sudah sering jalan tersebut menelan korban. Entah karena memang jalannya rusak dan berlubang atau karena faktor lain seperti mengendari motornya yang tidak hati-hati,” ujar Kholilah.

Sementara itu, Darus, paman dari Suryana mengatakan, Suryana merupakan warga kurang mampu. Pekerjaan Suryana sebagai kuli serabutan membuat penghasilannya tidak tetap. “Rumah yang ditempati korban itu sewa. Kadang kebayar, kadang enggak,” cerita Darus. (Umam/Radar Banten)