Jalan Semandaran Rusak Parah

Warga melintas di terowongan Semandaran, Kamis (20/2). Kondisi jalan di terowongan tersebut rusak parah.

JOMBANG – Jalan di terowongan Semandaran, Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang kondisinya rusak parah, Kamis (20/2). Lubang dengan diameter cukup besar hampir memenuhi seluruh badan jalan di bawah Tol Tangerang-Merak tersebut.

Jalan Semandaran merupakan salah satu akses menuju sejumlah wilayah di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang. Jalan milik Pemkot Cilegon itu pun menjadi akses menuju lokasi penting, misalnya Kawasan Industri Wilmar di Kecamatan Kramatwatu, pintu Tol Cilegon Timur, dan Terminal Seruni.

Noviana Kurniawati, salah satu warga menuturkan, Jalan Semandaran merupakan akses penting bagi masyarakat. Sehari-sehari jalan digunakan berbagai macam aktivitas. “Kalau pagi ramai yang antar anak sekolah, ada juga yang mau berangkat kerja banyak lewat situ,” ujar Novi, Kamis (20/2).

Saat musim hujan, kondisi jalan semakin parah karena air menggenangi lubang dan membuat kondisi jalan lebih licin. “Kasihan ibu-ibu yang antar sekolah anak pagi-pagi, kalau yang belum lancar mah ada yang jatuh di situ, kan lubangnya ketutup air, dikira enggak dalam,” tutur Novi.

Masyarakat lain, Nurdin Alif menuturkan hal yang sama. Ia mengaku setiap hari melintasi jalan tersebut untuk pergi bekerja di Cilegon. Menurutnya kondisi jalan membuat masyarakat tidak nyaman beraktivitas, was-was, serta menghambat mobilitas masyarakat. “Saya kalau lagi masuk pagi kan harus buru-buru sampai, ini kan jalan pintas,” paparnya.

Novi dan Nurdin berharap pemerintah segera memperbaiki jalan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam beraktivitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon Ridwan mengakui jalan menjadi kewenangannya. Pihaknya memang mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan tahun ini. Namun ia belum bisa memastikan jalan merupakan salah satu yang dianggarkan atau tidak. “Lebih dari 30 titik akan kita perbaiki, nanti kita lihat di (bidang) Bina Marga apakah ada untuk yang di sana. Nanti kita akan survei dulu di sana,” ujar Ridwan.

Menurut Ridwan, karena keterbatasan anggaran, Pemkot Cilegon tidak bisa memperbaiki seluruh jalan rusak sekaligus. Perbaikan dilakukan secara bergantian sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. “Kalau besaran anggarannya saya lupa, ada di Bina Marga,” ujarnya. (bam/ibm/ags)