Jalan Terputus, Warga Citangkil Protes Aktivitas Tambang Pasir

Galian Pasir
Dok: Radar Banten

CITANGKIL – Warga Lingkungan Sondol, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, mengeluhkan aktivitas tambang pasir di wilayah tersebut. Ini karena akses jalan menuju Kampung Sigedong, Kecamatan Mancak, terputus.

Dilansir dari Harian Radar Banten, lokasi tambang pasir itu berada di perbatasan antara wilayah Kecamatan Citangkil dan Kecamatan Mancak. Bahkan sebagian lahan di Kecamatan Citangkil dijadikan sebagai lokasi tambang. Warga yang tinggal di sekitar wilayah pertambangan merasa khawatir terjadi longsor. Selain itu, terdapat lubang sisa galian pasir dan tebing dengan ketinggian sekira 50 meter.

Haerudin, warga setempat mengatakan, ada sekira 60 kepala keluarga yang tinggal di sekitar lokasi tambang. Selain akses jalan yang telah terputus sejak tiga tahun lalu, warga juga merasa aktivitas pertambangan itu bisa membahayakan keselamatan warga. “Jalan wakaf hilang karena dikeruk sejak empat tahun terakhir. Perjanjiannya ada pemagaran sebelum digali, lobang diratakan, akses jalan harus ada, khawatir membahayakan anak-anak, pertanian tidak lancar.” katanya, Rabu (2/3/2016).

Hilangnya akses jalan itu, kata dia, menyebabkan warga harus memutar arah sampai lima kilometer. Selain itu, petani juga merasa kesulitan ketika membawa hasil panen dari sawah mereka, sebab tidak ada akses jalan untuk mengangkutnya. “Lingkungan Curug dan Sondol harus memutar lebih dari lima kilometer,” ujarnya.

Dia mengaku, lingkungan yang ada di sana sebetulnya bukan untuk aktivitas pertambangan, melainkan pertanian dan perkebunan. Oleh karena itu, dia berharap pemerintah setempat bisa melakukan tindakan terkait dengan keluhan warga. Sebab, selama ini pemerintah dinilai tidak melakukan tindakan apapun terkait dengan keluhan warga itu. “Pemerintah cuek saja enggak ada tanggapan sama sekali. Warga juga khawatir longsor karena sekarang ini juga musim hujan,” ujarnya.

Sebetulnya, kata dia, warga sempat mengundang para pemilik tambang pasir untuk membicarakan bagaimana menyelesaikan permasalahan hilangnya akses jalan itu. Namun, para pemilik tambang tidak pernah memenuhi undangan yang dilayangkan oleh warga. “Selama tiga tahun ada rapat di musala, tapi pemilik tambang enggak pernah datang, adanya perwakilan doang, dan pemanggilan itu sudah dilakukan sebanyak lima kali,” katanya.

Lurah Taman Baru Nanang Umar Nafis mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak mengenai permasalahan tersebut. Sebab, hal itu adalah kewenangan dari Pemkab Serang. “Itu kan masuk ke wilayah Kecamatan Mancak, jadi kita enggak bisa ngapa-ngapain, yang ngawasi juga dari Polsek Mancak,” ujarnya, singkat.

Hal senada dikatakan oleh Camat Citangkil Joko Purwanto. Namun, dia memastikan tidak akan ada mobil yang melintasi jalan milik Pemkot Cilegon, sebab hal itu merugikan banyak masyarakat Cilegon. “Itu punya Kecamatan Mancak saya enggak bisa berbuat banyak,” kata dia.

Meski demikian, jalan yang rusak milik Pemkot Cilegon lantaran dilalui truk tambang pasir, Camat berjanji akan menghentikan aktivitas tambang. “Masalah cara mereka mengangkut pasir itu bukan urusan saya, sebab selama ini mereka telah merugikan masyarakat,” katanya.(RB/mg10/ibm/ags)