1. Jalin Kerjasama

Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi bagian terpenting dalam segala hal sektor pembangunan di Provinsi Banten. Baik itu pembangunan ekonomi, pembangunan kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, pembangunan dunia pendidikan, dan sektor pembangunan lainnya.

Dalam pembangunan ekonomi, khususnya di sektor industri, baik yang bersifat padat karya maupun pada modal, SDM sudah menjadi bagian yang terpenting. Karenanya tak heran dalam menerima karyawan atau tenaga kerja, industri sangat memperhatikan aspek kemampuan calon karyawan tersebut.

Dan seperti itu, sudah tentu, bagi seluruh masyarakat, pemerintah, dan pihak lain menyadari perlunya upaya peningkatan kompetensi terhadap seluruh generasi yang akan mengisi porsi SDM yang dibutuhkan oleh industri-industri yang ada di Provinsi Banten. Demi terciptanya daya saing yang baik antara industri.

Sebagai upaya menyiapkan SDM yang mampu menjawab kebutuhan industri, PT Krakatau Steel (Persero) mempunyai langkah pasti, terukur, dan dapat diperhitungkan. Dengan bekerja sama dengan 25 SMK di Provinsi Banten, PT Krakatau Steel berupaya membentuk lulusan SMK menjadi tenaga kerja yang ahli dan berkompeten.

Kerja sama itu dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Gedung Pusdiklat KS Cilegon, Kamis (18/2) lalu. General Manager Human Capital Planning Development, Mujiono Katam mengatakan, PT Krakatau Steel sebagai salah satu industri di Cilegon ingin berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan yang ada di Provinsi Banten.

“Kami berharap lulusan SMK bisa terserap oleh dunia industri. Untuk, itu perlu dilakukan penyesuaian dengan standar industri yang ada,” katanya usai penandataganan nota kesepahaman.

Diungkapkan Mujiono, salah satu bentuk kerja sama KS dengan SMK salah satunya dengan memberikan fasilitas melalui kerja praktik dan uji sertifikasi kompetensi di bidang industri. Upaya ini sekiranya bisa memberikan pengalaman kerja profesional terhadap siswa sehingga mengetahui apa yang harus dipersiapkan sebelum terjun ke dunia industri yang sebenarnya.

Selain itu, dengan uji sertifikasi, siswa mengetahui sejauh mana kompetensi yang dia miliki, selain itu, pihak SMK sebagai lembaga pendidikan yang telah menggembleng siswa tersebut mengetahui sejauh mana daya serap siswa terhadap pendidikan yang diberikan selama ini.

Bagi industri sendiri, dengan adanya uji sertifikasi kompetensi ini bisa mengetahui potensi yang dimiliki oleh para pelajar lulusan SMK, sehingga dengan mudahnya bisa memilih SDM yang dibutuhkan oleh industri tersebut. “Kerja sama ini berarti baik industri maupun institusi sekolah adalah dua pihak yang saling membutuhkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur SDM dan Pengembangan Usaha Krakatau Steel, Imam Purwanto mengungkapkan, pihaknya menginginkan sumber tenaga kerja yang bekerja di perusahaannya merupakan lulusan terbaik di Banten. “Pegawai di Krakatau Steel dan grup sebagian besar lulusan SLTA dan setiap tahunnya karyawan yang pensiun mencapai ratusan, karenanya kebutuhan pegawai tiap tahunnya akan terus ada,” ujarnya.

Imam berharap kerja sama yang disepakati dapat ditingkatkan dengan mekanisme penjaringan tenaga kerja yang mumpuni. Sehingga, kata Imam, industri lebih mudah mencari tenaga kerja karena sudah dalam keadaan siap. “Poin penting dalam nota kesepahaman ini PT KS memberi pembinaan dan meningkatkan keahlian siswa dan pengajar di 25 SMK. Dengan peningkatan itu tentu lulusannya juga dipastikan dapat sesuai dengan yang diperlukan industri,” jelasnya.

2. Saling Membutuhkan

Sementara itu, Kasi Sekolah Menengah Kejuruan pada Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten Didin Sihaudin mengatakan, kerja sama seperti ini memang diperlukan untuk persiapan lulusan SMK menjadi tenaga kerja yang baik. Sehingga, pelajar lulusan SMK di Provinsi Banten bisa ikut serta dalam pembangunan ekonomi yang saat ini tengah gencar dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten.

Seperti diketahui, disektor perokonomian, geliat di Provinsi Banten menunjukan arah positif. Itu dilihat dari banyaknya investasi-investasi baik dari dalam dan luar negeri yang berdatangan dan ingin berdiri di Provinsi Banten.

Seiring dengan peningkatan tersebut, maka sudah tentu SDM yang mumpuni akan banyak dibutuhkan di Provinsi Banten. Itu merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat di Provinsi Banten, karenanya hal yang paling utama dilakukan adalah membentuk sekaligus mempersiapkan SDM yang berkompeten atau yang mumpuni.

Dan kerjasama antara PT Krakatau Steel dan SMK ini merupakan salah satu dari upaya untuk membentuk sekaligus mempersiapkan SDM yang berkompeten atau yang mumpuni tersebut.

Di luar itu, Didin juga menilai untuk membentuk dan mempersiapkan SDM yang berkompeten, kelengkapan peralatan praktik di SMK juga perlu ditingkatkan. “Untuk peralatan praktik, Dindik sudah menyiapkan anggarannya, namun untuk aplikasi di lapangan sekolah juga saya sarankan dapat bekerjasama dengan industri,” ujarnya.

Diungkapkan Didin, di luar 25 SMK yang menjalin kerja sama dengan PT KS, terdapat beberapa SMK lain yang menjalin dengan industri di Banten. Didin berharap, ke depan seluruh SMK di Banten dapat menjalin kerja sama dengan industri yang letaknya berdekatan dengan lokasi sekolah. “Ada sekira 600 SMK di Banten, semoga semua dapat menjalin kerja sama dengan industri sebagai pengalaman praktik di industri,” ungkapnya.

Bagaimanapun, menurut Didin, sinergi antara pihak suasta dengan pemerintah sangat diperlukan untuk bersama-sama membentuk generasi yang memiliki kompetensi, karena dengan adanya generasi tersebut, dua pihak ini akan sama-sama diuntungkan. (ADVERTORIAL/Dinas Pendidikan Provinsi Banten)