Jalur Ciracas Kembali Rusak, Macet Tak Kenal Waktu

SERANG – Sejumlah warga mengeluhkan kembali ruas Jalan Lingkar Selatan, Kota Serang. Kemarin pagi, kemacetan panjang terjadi mulai dari depan Graha Pena Radar Banten sampai persimpangan Ciracas-Kebonjahe.

Pantauan Radar Banten, kemacetan terjadi di saat-saat jam masuk dan pulang sekolah. Selain itu, sore hari saat jam pulang kerja, kemacetan juga kembali terjadi. Kemacetan terjadi mulai dari gerbang Perumahan Widya Asri, persimpangan Cikulur, persimpangan Simpang Lima Ciracas, dan persimpangan Sayabulu. Bahkan, kemarin pagi, kemacetan tak hanya terjadi di jalur Ciracas saja, tapi juga dari ruas yang lain yang menuju arah Ciracas. Misalnya dari Dalung ke Ciracas dan dari arah Kepandean ke Ciracas.

Amy, warga Dalung mengungkapkan, kemacetan terjadi mulai dari keluar gerbang Taman Graha Asri sampai persimpangan Sayabulu. “Tujuan saya ke arah Kepandean, tapi karena macet, saya ke arah Kebon Jahe dulu,” ujar Amy, Senin (5/3).

Ia mengungkapkan, anaknya yang berangkat ke salah satu sekolah swasta di Jalan Lingkar Selatan membutuhkan waktu sampai dua setengah jam. “Berangkat dari rumah jam setengah tujuh, yang antar sampai rumah lagi jam sembilan. Padahal kalau tidak macet hanya sebentar,” ungkapnya.

Selain Amy, Setya juga mengeluhkan macetnya jalur Ciracas setiap pagi. Minimnya petugas yang mengatur lalu lintas membuat kemacetan semakin parah. “Ini (macet-red) hampir setiap hari terjadi,” tandasnya.

Kata dia, seharusnya ada pelebaran jalan yang dilakukan pemerintah mengingat jumlah kendaraan semakin banyak. Apalagi di jalur ini terdapat banyak sarana publik, seperti sekolah.

“Setiap hari saya mengantar anak sekolah, macet terus,” ujar Setya. Agar tak terlalu terjebak macet, ia biasanya menggunakan motor. “Kalau naik mobil anak saya bisa terlambat terus setiap hari. Tapi kalau lagi hujan ya mau gak mau naik mobil,” tandasnya.

Dihubungi terpisah Kepala Satker PJN Banten I Effendi Tampubolon mengatakan, mengakui jika kondisi jalan kembali rusak. Ia mengaku kerusakan terjadi karena drainase yang ada di jalan tersebut tidak berfungsi. “Info dari PPK (pejabat pembuat komitmen-red) malam ini (semalam-red) akan segera dikirim hotmix dilakukan perbaikan,” katanya.

Terkait penyebab kerusakan, Effendi menjelaskan, hal tersebut menjadi sesuatu yang wajar karena kapasitas jalan kecil sementara kendaraan yang melintas bermuatan berat. Namun, dengan kondisi tersebut, kata dia, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. “Kalau kelebihan tonase kita sudah ngobrol ke Pemda, seperti larangan truk pasir, truk material untuk melintas di jalan tersebut,” pungkasnya. (Rostinah-Fauzan D/RBG)