Jalur Kereta Rangkasbitung-Merak Lumpuh, Penumpang Naik Angkot

CILEGON – Jalur kereta api Rangkasbitung-Merak mengalami kelumpuhan lebih dari dua jam mulai pukul 14.25 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Penyebabnya, truk pengangkut gula pasir milik PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU) Ciwandan mengalami patah as roda belakang dan mogok di atas perlintasan rel 282 petak Jalan Krenceng-Merak KM 138+2, Jumat (3/8) siang.

Pantauan Radar Banten, truk pengangkut 30 ton gula pasir milik PT PDSU dengan nopol B 9127 TX yang dikendarai Izi Muhadi (25) terlihat mogok persis di atas perlintasan rel 282 petak Jalan Krenceng-Merak KM 138+2. Truk tersebut mogok lantaran mengalami patah as roda belakang.

Tidak hanya mengganggu jalannya aktivitas jalur kereta api, mogoknya truk pengangkut gula pasir milik PT PDSU Ciwandan itu juga mengakibatkan kemacetan di jalur Jalan Raya Cilegon-Anyar tiga kilometer. Untuk mengurai kemacetan, petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Stasiun Krenceng dibantu anggota Polsek Ciwandan turun mengatur lalu lintas yang menggunakan sistem buka tutup.

Pada saat bersamaan, melintas kereta api Lokal Merak dengan kode CC 2018901 Dipo Induk THB dari Stasiun Rangkasbitung menuju Stasiun Merak. Kereta Lokal Merak yang mengangkut 40 penumpang tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Merak dan berhenti di Stasiun Krenceng. Setelah menunggu lebih dari satu jam, penumpang akhirnya diturunkan di Stasiun Krenceng.

Penumpang tujuan Merak harus melanjutkan perjalanan dengan menggunakan tujuh angkutan perkotaan (angkot) yang disiapkan petugas PT KAI Stasiun Krenceng.

Jalur kereta api Rangkasbitung-Merak kembali normal setelah dua jam kemudian atau tepatnya pukul 16.30 WIB setelah terlebih dahulu melakukan evakuasi terhadap truk pengangkut gula pasir milik PT PDSU.

Izi Muhadi, pengemudi truk mengaku akan mengantar muatan gula pasir seberat 30 ton tersebut ke Cikupa, Kabupaten Tangerang. “Mau antar ke Cikupa. Enggak tahu tiba-tiba pas melintasi rel (perlintasan rel Krenceng-red) mobil enggak bisa gerak. Pas dicek, ternyata as roda belakang patah,” katanya kepada Radar Banten di lokasi kejadian, Jumat (3/8) sore.

Untuk mengevakuasi truk, ia harus menunggu truk pengganti guna memindahkan muatan. “Enggak bisa gerak sama sekali, apalagi muatannya berat 30 ton. Harus dipindah dulu muatannya ke truk lain, setelah itu baru diderek untuk evakuasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Krenceng Nurdiansyah enggan berkomentar terkait kejadian tersebut. “Saya lagi sibuk, nanti saja,” katanya sambil berlalu.

Seorang penumpang yang enggan disebut namanya mengaku kecewa atas lambannya tindakan yang diambil petugas Stasiun Krenceng. “Kita disuruh nunggu di kereta sampai evakuasi truk yang menghalangi jalur kereta selesai. Lebih dari satu jam kita nunggu, akhirnya kita minta melanjutkan perjalanan dengan mobil. Buang-buang waktu saja, kami kan mau melanjutkan perjalanan ke Lampung,” kesalnya.

Kapolsek Ciwandan Kompol Idrus Madaris mengatakan, jalur kereta api di Krenceng sudah kembali normal setelah dilakukan evakuasi terhadap truk yang mogok di atas perlintasan rel kereta api. “Sudah dievakuasi. Tadi (kemarin-red) memang sempat macet sampai dua jam lebih, sekarang sudah normal lagi. Anggota kami turun membantu untuk mengatur lalu lintas karena harus sistem buka tutup. Sekarang (kemarin sore-red) sudah lancar,” ucapnya. (Andre AP/RBG)