Jalur Mudik di Banten Belum Siap 100 Persen

0
903 views
PERSIAPAN MUDIK: Gubernur Wahidin Halim (kiri) didampingi Sekda Banten Ranta Suharta saat rapat koordinasi pimpinan daerah membahas persiapan mudik Lebaran di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (15/6). FOTO: QODRAT/RADAR BANTEN

SERANG – ‎Masa mudik Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Namun, jalur-jalur mudik belum sepenuhnya siap untuk dilalui. Jika hal ini tidak diantisipasi dengan baik oleh pemerintah daerah, ancaman kemacetan parah seperti halnya musim mudik sebelumnya akan terulang.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi pimpinan daerah (rakorpimda) Provinsi Banten tentang kesiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah di Pendopo Gubernur, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (15/6).

Rakorpimda yang langsung dipimpin oleh Gubernur Wahidin Halim didampingi Sekda Banten Ranta Suharta, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah dan dihadiri Wakapolda Banten‎ Kombes Aan Suhanan, Komandan Korem (Danrem) 064 Maulana Yusuf Kolonel Czi Ito Hediarto‎, Kajati Banten Agoes Djaya, Kepala Kanwil Kemenag Banten Bazary Syam, Ketua MUI Banten AM Romly, bupati walikota, dan unsur muspida se-Banten.

Dalam rakorpimda tersebut, Wahidin langsung meminta laporan bupati dan walikota terkait kesiapan daerah masing-masing menyambut arus mudik Lebaran 2017. Hampir semua daerah melaporkan permasalahan infrastruktur jalan yang masih belum siap 100 persen, baik itu jalan nasional, provinsi, maupun jalan kabupaten kota.

“Untuk sembako, di Lebak relatif stabil. Adanya kenaikan harga terus diantisipasi Pemkab Lebak melalui pasar murah di semua kecamatan. Namun, untuk jalur mudik, masih banyak jalan rusak yang belum selesai diperbaiki, terutama di Malingping, Pagelaran, dan Citeras,” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya yang mendapat kesempatan pertama melaporkan kesiapan daerahnya dihadapan gubernur.

Senada, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar juga melaporkan hal yang sama. Menurutnya, ‎hal yang paling krusial bukan persoalan sembako dan stok persediaan kebutuhan pokok, tapi terkait ancaman kemacetan dan kecelakaan di jalur mudik.

“Jalan Raya Serang-Tangerang persentase kerusakannya memang lebih sedikit, namun ada beberapa titik rawan kemacetan seperti di pintu Tol Balaraja Barat, Balaraja Timur, Pasar Cikupa. Bahkan di Curug-Bitung jalannya masih rusak parah yang selama ini menjadi sumber kemacetan. Kami sudah koordinasi dengan Polda Banten dan Dishub Banten untuk mengantisipasi ketidaksiapan jalur mudik di beberapa titik tersebut,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Zaki juga meminta Pemprov Banten untuk membuka komunikasi dan mencari solusi untuk jalan nasional dan jalan provinsi yang menyambungkan dua provinsi di wilayah Kabupaten Serang yang hingga kini kondisinya jauh lebih buruk dari jalan kabupaten. “‎Perlu ada regulasi bersama antara Pemprov Banten dan Pemprov Jawa Barat kaitan dengan angkutan material mobil truk yang merusak jaringan jalan di wilayah Provinsi Banten,” ungkapnya.

Selanjutnya Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, perwakilan Bupati Pandeglang, perwakilan Kota Serang yang menyampaikan laporan kesiapan masing-masing daerahnya menyambut arus mudik lebaran 2017. Hampir semua daerah dalam laporannya menyampaikan infrastruktur jalan yang belum siap sepenuhnya dilalui pemudik.

Pantauan Radar Banten, hanya Pemkot Cilegon yang tidak ada perwakilannya dalam rakorpimda. Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi di waktu yang bersamaan mendampingi Menteri Perdagangan yang berkunjung ke Kota Cilegon.

“Kami sudah memetakan kesiapan jalur mudik 2017, Pemkot Tangsel akan konsentrasi penuh mulai H-7 dan H+7 lebaran atau 18-24 Juni dan 27 Juni-3 Juli. Untuk kondisi jalan memang masih ada yang kurang baik, sementara permintaan angkutan lebaran naik tinggi. Kami akan antisipasi terjadinya penumpukan penumpang di semua ruas jalan yang dilewati pemudik,” kata Benyamin Davnie.

“Hal lain yang kami antisipasi terkait rumah kosong (rumsong) yang ditinggalkan mudik. ‎Pemkot Tangsel telah membentuk tim khusus dengan kepolisian,” sambung Benyamin.

‎Usai menerima laporan dari tujuh kabupaten kota, Gubernur Banten yang akrab disapa WH ini meminta kepada semua pihak para pemangku kepentingan agar dapat mengoptimalkan kesiapannya dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 2017. “Ini merupakan tanggung jawab kita semua, kesiapannya juga melibatkan pusat dan daerah,” kata WH.

WH menjelaskan, terkait jalur mudik yang masih rusak yang masuk kewenangan provinsi, WH berjanji akan segera diperbaiki dengan cepat.‎ “Saya juga sudah melaporkan ke Presiden terkait jalan nasional yang masih rusak untuk segera diperbaiki, karena di Banten masih ada jalan nasional yang rusak,” ungkap WH.

‎WH juga ‎meminta bantuan bupati walikota untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat di daerah masing-masing. Menurut WH ini menjadi bagian dari konsep pemerintahan dimana negara hadir di tengah-tengah masyarakat, salah satunya melalui pelayanan masyarakat. “‎Pemda harus mengantisipasi titik kemacetan, harus diterjunkan tim khusus mengamankan jalur mudik. Untuk hal-hal ‎yang sensitif akan kita bicarakan khusus. Saya nitip salam buat Pak Jaman (Walikota Serang), soalnya ibukota Provinsi Banten masih kurang tegas terkait penegakan perda,” kata WH mencoba mencairkan suasana.

“Untuk kepala OPD di lingkungan Pemprov Banten, tidak perlu menyampaikan laporan di sini. Yang penting harus menindaklanjuti hasil rakorpimda ini,” tambah WH.

Sebelumnya, ‎Wakapolda Banten Kombes Pol Aan Suhanan mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat kordinasi tahap awal dengan pihak terkait seperti pemda, ASDP Merak, PT Margamandala Sakti selaku pengelola jalan Tol Tangerang-Merak serta dinas terkait. Rapat tersebut membahas persiapan pelayanan arus mudik di Banten terutama yang menjadi perhatian khusus di Pelabuhan Merak. Pihaknya juga mengaku akan mengantisipasi kerawanan-kerawanan saat arus mudik dan idul fitri nanti. “Selain kasus kecelakaan lalu lintas, kasus lainnya yang menonjol yaitu masih maraknya pencurian malam hari, pencurian rumah kosong, pembiusan atau hipnotis. Ini harus kita antisipasi bersama,” ungkapnya.

Komandan Korem (Danrem) 064 Maulana Yusuf Kolonel Czi Ito Hediarto‎ Menegaskan, telah melakukan koordinasi dengan Polda Banten. Peran TNI dalam menyukseskan arus mudik dan arus balik lebaran 2017 mengikuti pola operasi yang telah ditetapkan Polda Banten “TNI‎ siap membantu mengantisipasi pengamanan Pelabuhan Merak, Bandara Soekarno-Hatta, rumah kosong dan mencegah terjadi keributan. Kami merencanakan patroli bersama, tapi kami juga meminta kabupaten kota juga melakukan penjagaan yang serius,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah sebelum rakorfimda selesai berharap, suasana kondusif wilayah Banten saat Ramadan hingga Idul Fitri nanti tetap kondusif. “Mudah-mudahan suasana aman ini tetap terjaga,” katanya. (Deni S/RBG)