CILEGON – Tiba di Kota Cilegon pada Kamis (22/10/2015) malam tadi, sejumlah jamaah haji asal KOta Cilegon mengaku kesal. Pasalnya barang bawaan yang rencananya akan menjadi buah tangan kepada sanak famili mereka disita oleh petugas di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz (AMMA) Madinah, Arab Saudi.

Ridwan Halim (67), salah seorang jamaah menuturkan, petugas yang mengaku sebagai pegawai dari maskapai menyita empat koper miliknya berisi barang-barang bawaan tanpa alasan yang jelas. “Ngakunya petugas dari Garuda. Koper-koper milik jamaah banyak yang disweeping. Alasannya karena koper yang kita bawa itu bukan koper Garuda. Padahal kan setiap penerbangan itu bisa, dengan cara pakai jasa kargo,” ujarnya.

Ia menuturkan, jamaah yang terkena sweeping pada saat itu tidak dapat berbuat banyak dan merelakan koper milik mereka dibawa oleh petugas yang diduganya adalah oknum. “Mereka itu berkelompok, bilangnya koper-koper kita mau dibuang. Yah ngga mungkinlah, isinya juga barang-barang bawaan yang masih baru, seperti sorban, kerudung dan lain-lain, bukan barang bekas. Kami menduga, mereka itu mafia di bandara,” katanya.

Akibat insiden itu, kata dia, empat koper miliknya melayang, belum termasuk koper milik jamaah lain yang mengalami nasib serupa. “Kami bingung, padahal kami sudah taat aturan. Seperti ngga boleh bawa air zam zam, kami nurut. Ini kenapa alasannya ngga jelas, barang bawaan kita malah dibawa kabur,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Cilegon Duski Kasim yang ditemui saat menyambut kedatangan jamaah haji itu, belum mengetahui persoalan tersebut. “Saya baru tahu ini. Nanti coba akan kita pelajari dulu seperti apa persoalannya,” katanya singkat. (Devi Krisna)