Jamaah Umrah Gagal Berangkat

Para calon jamaah umrah dari berbagai daerah yang tertahan di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten menunggu kepastian setelah adanya penghentian penerbangan ke Arab Saudi terkait kekhawatiran penyebaran virus corona, kemarin.

TANGERANG – Ribuan jamaah umrah gagal berangkat ke Tanah Suci, Mekkah, sebagai dampak kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menghentikan sementara ibadah umrah. PT Angkasa Pura II mencatat ada 1.300 jamaah yang tertahan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, yang terdiri atas delapan penerbangan dari sembilan maskapai penerbangan.

Chief Officer In Charge Bandara Soetta Achmad Chairul mengatakan, pemerintah Arab Saudi menangguhkan penerbangan menuju Jeddah dan Madinah akibat mewabahnya virus corona. Kata Chairul, ada delapan penerbangan langsung ke Arab Saudi dan satu layanan umrah dari Bandara Soetta. Untuk total maskapai ada sembilan maskapai yakni empat dari Garuda Indonesia, tiga Saudia Airlines, Lion Air, dan Batik Air yang transit ke Singapura.

Dari itu semua, total jamaah umrah yang tertahan di Bandara Soetta ada 1.300 jamaah. Meski demikian, ada 500 jamaah yang sudah berangkat duluan ke Arab Saudi dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. “Sudah ada yang berangkat, tapi memang hingga saat ini belum ada informasi kepada kami akan tindak lanjutnya, sejauh ini kami terus memantau,” ujarnya.

Para jamaah umrah yang tertahan di Bandara Soetta dikumpulkan di satu tempat di kawasan gate lima, Terminal III. “Satu tempat kita sediakan untuk bisa mempermudah jamaah mendapatkan informasi,” pungkasnya.

Sementara itu, pantauan Radar Banten di Bandara Soetta, tampak para jamaah dari berbagai wilayah memadati bandara internasional itu. Mereka masih menunggu kepastian kabar mengenai pembatalan keberangkatan ke Mekkah. Sekira pukul 15.00 WIB, terjadi  penumpukan jamaah mulai di area luar chek in Terminal III di gate satu. Ada yang duduk di kursi, ada juga yang berdiri sambil menelepon dengan wajah murung.

Tak hanya di luar area chek in gate satu, para jamaah juga berkerumun di dalam area chek in terminal III gate dua dan gate tiga. Puluhan jamaah berkerumun dengan satu orang yang merupakan pihak travel memberikan penjelasan terkait ketidakberangkatan para jamaah.

Mendengar penjelasan tersebut, beberapa jamaah langsung berkaca-kaca, bahkan ada juga yang sempat mengeluarkan air mata. Sementara jamaah lain mencoba menenangkan dengan mengusap punggung jamaah yang bersedih. Bahkan ada jamaah lanjut usia (lansia) yang terlihat memakai kursi roda duduk termenung di atas kursi rodanya.         

Salah satu jamaah asal Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang Herawati berharap  pembatalan  pemberangkatan umrah tidak merugikan para jamaah. “Kalau bisa  jamaah tetap berangkat hari ini (kemarin-red), kalau tidak di-reschedule atau uangnya dikembalikan kalau sama sekali tidak berangkat,” ungkapnya.

Riswan, jamaah umrah lainnya asal Purwokerto mengungkapkan, ia berangkat menggunakan Dream Tour and travel (DTT) yang rencananya akan berangkat menggunakan pesawat Saudi Airlines pukul 17.30 WIB. “Kami menunggu di sini karena kami belum tahu info lengkapnya. Katanya sih yang sudah berangkat saja dikembalikan, tapi biar jamaah lebih yakin, makanya kami tunggu di sini,” tuturnya.

Ia berharap dapat berangkat umrah sesuai jadwal. Informasinya, pemerintah Indonesia sedang melobi pemerintah Arab Saudi untuk memperbolehkan jamaah asal Indonesia dapat berangkat umrah. “Semoga saja bisa langsung berangkat, kalau tidak kita ikut pihak travel saja, karena mereka yang akan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Sementara itu, koordinator jamaah DTT, Rita Handayani menjelaskan,  pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa lantaran sudah menjadi kebijakan Arab Saudi yang menyetop sementara umrah. “Kabarnya pemerintah lagi negosiasi dengan pertimbangan Indonesia aman dan tidak termasuk terjangkit virus corona,” jelasnya.

Kata Rita, ia beserta 39 jamaah dari Purwokerto, Jawa Tangah, Lampung, Tangerang dan berbagai wilayah lainnya akan dijadwalkan ulang pemberangkatannya. “Kalau memaksakan terbaik tidak mungkin, sekarang kami tunggu kabar baiknya saja. Semua qodar Allah, manusia hanya berusaha, Allah yang menentukan. Travel lain yang sudah berangkat sampai sana (Arab) dikembalikan lagi, ada juga yang sudah di Dubai namun belum bisa kembali lantaran belum mendapat tiket,” urainya.

Jamaah asal Sleman, Jogjakarta, Agus Sugindro mengaku telah boarding pass pada pukul 13.00 WIB. “Jadwal kami berangkat 13.30 WIB. Setengah jam sebelum barangkat, kami dapat kabar tidak bisa diberangkatkan diminta untuk keluar lagi,” tuturnya. (one/air/ags)