Jaman dan Arief Berpeluang Dampingi Rano Maju di Pilgub

Ilustrasi: Arya Bayu/Radar Banten
Ilustrasi: Arya Bayu/Radar Banten

SERANG – Teka-teki siapa dua nama yang bakal mendampingi bakal calon gubernur petahana Rano Karno perlahan mulai terungkap. Dalam sejumlah pernyataan, Rano mengisyaratkan bahwa kedua tokoh politik ini sama-sama memiliki peluang mendampingi dirinya.

Usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Banten, kemarin, Rano yang didesak pertanyaan soal pengajuan dua nama termasuk Arief Wismansyah, ia tidak menampik. “Ya, insya Allah (Arief WIsmansyah-red). Penentuannya nanti di DPP. Kita yang penting melengkapi saja,” ujar Rano.

Menurutnya, ia hanya ditugaskan mencari calon wakil gubernur, sedangkan yang memutuskan adalah DPP PDIP. “Kita kan ditugaskan harus kerja (cari wakil-red), penentuannya DPP. Soal wakil, saya serahkan ke DPP. Saya hanya petugas partai, jadi nanti kalau sudah diputuskan oleh DPP, teman-teman juga akan diundang saat deklarasi. Masih mungkin berpasangan dengan siapa pun, mungkin dengan Pak Jaman, Pak Arief atau tokoh-tokoh lain,” kata Rano usai paripurna.

Sementara itu, kemarin sore sekira pukul 16.30 WIB, Gubernur Rano melakukan pertemuan dengan Walikota Serang Tb Haerul Jaman di rumah dinasnya, Jalan Ahmad Yani, Kota Serang. Secara tertutup perbincangan keduanya berlangsung sekira 30 menit.

Meskipun Rano mengaku pertemuannya dengan Jaman untuk membahas sejumlah program pemerintah pusat yang dilaksanakan di Kota Serang, pertemuan itu juga tak lepas dari persoalan pilgub. “Kami membahas banyak hal tentang penataan kota, pembangunan Tol Serang-Panimbang, dan persoalan pendidikan karena Kota Serang merupakan ibukota provinsi. Hanya sedikit obrolan soal pilgub,” kata Rano saat didesak awak media terkait pertemuan singkatnya dengan orang nomor satu di Kota Serang tersebut.

Rano menuturkan, banyak hal yang lebih penting dibahas bersama Jaman terutama soal tindak lanjut kunjungan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu ke Kampung Kebanyakan, Kelurahan Sukawana, Kecamatan Serang. Menurut Rano, Presiden telah menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera membangun jalan di Kelurahan Sukawana guna membantu masyarakat yang selama ini mengeluhkan jalan desa yang rusak.

“Dalam waktu dekat ini, perwakilan Kementerian PUPR akan mengunjungi Kampung Kebanyakan. Itu yang saya bicarakan dengan Pak Jaman,” kilah Rano.

Saat didesak wartawan terkait obrolan khususnya dengan Jaman soal pilgub, Rano kembali berkelit. “Masa bahas politik hanya 30 menit, nantilah itu. Soal wakil yang akan mendampingi saya di pilgub sudah ada mekanisme partai (PDIP). Tugas saya hanya mengusulkan bukan memutuskan,” aku Rano.

Lebih lanjut, Rano menuturkan, dirinya memang sudah mengagendakan untuk silaturahmi dengan para tokoh masyarakat Banten untuk meminta masukan terkait pembangunan di Provinsi Banten. “Minta saran dan masukan dari para tokoh itu perlu, baik saya sebagai kepala daerah maupun sebagai calon gubernur,” ungkapnya.

Rano sempat menepis bahwa dirinya hanya membahas program pemerintah pusat dengan Walikota Serang. Rano memaparkan, sejumlah kepala daerah rencananya akan diundang untuk bertemu khusus dengannya. “Kan proyek strategis nasional di Provinsi Banten ada 12, bukan hanya di Kota Serang. Soal pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, misalnya, Bupati Tangerang dan Walikota Tangerang juga perlu untuk diajak ngobrol bareng. Jadi, mungkin dalam waktu dekat saya bertemu dengan Pak Zaki (Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar), atau pun dengan Pak Arief (Walikota Tangerang Arief Wismansyah),” tuturnya.

Walikota Serang Tb Haerul Jaman sebelum meninggalkan rumah dinas gubernur juga membantah kedatangannya ke rumah dinas gubernur terkait Pilgub Banten. “Saya diundang gubernur untuk membahas soal pendidikan, tata ruang dan tata kota serta terkait janji presiden yang akan membantu pembangunan infrastruktur jalan di Kampung Kebanyakan yang telah didatangi langsung oleh presiden,” katanya.

Jaman menambahkan, sebagai salah satu kepala daerah di Banten, tentu dirinya tidak akan menolak bila Rano memintanya menjadi pendampingnya di pilgub. “Sayangnya, saya tidak ditanya dan tidak diminta hal itu tadi saat ngobrol di dalam,” ungkapnya.

Melihat gaya komunikasi politik Rano, pengamat politik Untirta Leo Agustino menilai bahwa calon petahana memiliki kepercayaan diri sangat tinggi. Hal itu bisa jadi karena figur-figur yang muncul sebagai calon pesaingnya belum begitu mengancam tingkat elektabilitas apalagi popularitasnya. Namun, Leo mengingatkan Rano agar tidak overconfident sebab sosok wakil nanti akan memengaruhi masyarakat Banten sebagai pemilih di pilgub.

“Jangan lupa pilkada itu memilih pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Banyak hal yang akan menentukan hasil pilkada termasuk soal koalisi partai dan latar belakang para kandidat,” katanya.

Terkait pertemuan dengan Walikota Serang, Leo mengatakan bahwa bisa jadi itu pertemuan biasa antara gubernur dan walikota yang sudah semestinya berkoordinasi terkait program pemerintah. Namun, melihat waktunya tentu terlalu naif bila Rano membantah ada pembahasan soal Pilgub Banten. “Dari sisi politik ini pesannya jelas, terlebih Pak Jaman merupakan kader Golkar yang sempat bersaing dengan Andika Hazrumy untuk mendapat dukungan partainya maju di Pilgub. Rano saya kira tepat mengambil keuntungan itu, terlepas apakah ada obrolan empat mata diantara keduanya,” jelas Leo. (Deni S/Radar Banten)