Jaman Klaim Pembangunan Kota Serang Meningkat Selama 2016

SERANG – Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengklaim pembangunan Kota Serang di sejumlah bidang diantaranya kesehatan, pendidikan dan infrastruktur, meningkat.

Hal itu diungkapkan dalam rapat paripurna DPRD Kota Serang dengan agenda Penyampaian Nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Serang Tahun Anggaran 2016 dan Pembentukan Panitia Khusus LKPj Walikota Serang Tahun Anggaran 2016, di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Serang, Kamis (30/3).

Dalam nota LKPj 2016, Jaman mengungkapkan, di urusan kesehatan telah meningkatnya derajat kesehatan dan mendorong peningkatan angka usia harapan hidup masyarakat Kota Serang diperkirakan menjadi 67,33 tahun. Kemudian menurunnya jumlah kasus balita gizi buruk pada 2016 terdapat 0,17 persen dari jumlah keseluruhan balita. “Menekan angka kematian ibu dan bayi, tercatat 11 orang angka kematian ibu dan kematian bayi sebanyak 39 orang,” katanya.

Urusan pendidikan, menurut Jaman, telah meningkatnya angka melek huruf menjadi 98,83 persen, dimana pencapaian tersebut melampaui target pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu sebesar 98,06 persen. Selain itu, terdapat peningkatan fasilitas pendidikan di Kota Serang di antaranya gedung SD berkondisi baik menjadi 87,22 persen dari seluruh gedung SD/MI. Jumlah gedung SMP/MTs bekondisi baik menjadi 95,89 persen dan jumlah gedung SMA/SMK/sederajat berkondisi baik sebesar 98,32 persen.

Jaman menambahkan, pada bidang infrastruktur urusan pekerjaan umum tercapainya jalan kewenangan Kota Serang dalam kondisi baik sebesar 54,28 persen. Dan rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 29,9 kilometer. “Tata ruang juga diantaranya luas ruang terbuka hijau sudah mencapai 42,67 kilometer persegi. Adapun pencapaian lingkungan hidup di antaranya penanganan sampah sebear 65 persen, serta cakupan penghijauan wilayah rawan longsor dan sumber mata air sebesar 7,14 persen. Sementara urusan sosial telah tercapai meningkatnya ketersediaan sarana sosial seperti panti asuhan, panti jompo, dan panti rehabilitasi sebanyak 18 unit dan penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial mencapai 77,54 persen,” paparnya. (Ade F)