Jaman Minta Prasarana RSUD Kota Serang Dilengkapi

0
103
Walikota Serang Tb Haerul Jaman dan Wakilnya Sulhi meninjau salah satu ruangan di RSUD Kota Serang saat peresmian beberapa waktu lalu.

SERANG – Walikota Serang Tb Haerul Jaman dan Wakil Walikota Serang Sulhi memenuhi janji politiknya dengan membangun RSUD Kota Serang. Rencana pembangunan RSUD itu masuk dalam target RPJMD yang harus dipenuhi Jaman-Sulhi sebelum Desember mendatang. Rumah sakit yang dibangun tahun lalu dengan anggaran sekira Rp41,4 miliar itu sudah beroperasional beberapa hari lalu. Berbagai ruang poli dan rawat inap telah terbangun di atas lahan seluas 14.700 meter persegi itu.

Jaman meminta pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus dioptimalkan. “Pelayanan kesehatannya harus seperti rumah sakit swasta meskipun ini milik pemerintah,” ujar Jaman.

Ia mengingatkan para jajaran RSUD untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. “Jangan sampai ada masyarakat yang tidak terlayani,” tegas walikota dua periode itu.

Kata dia, meskipun saat ini sarana prasarana belum lengkap, tapi secara bertahap kekurangan itu akan dilengkapi. Seperti ruang UGD, ruang operasi, dan instalasi pembuangan air limbah (ipal) yang akan segera dibangun. Selain itu, landscape dan pemagaran juga akan dilakukan di APBD Perubahan.

Jaman berharap, rumah sakit tipe C ini akan lebih ditingkatkan lagi di masa yang akan datang oleh walikota yang terpilih nanti. Saat ini, jumlah tempat tidur yang baru 60 unit diharapkan dapat meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Toyalis mengatakan, apabila ada masyarakat yang datang ke RSUD hari ini, maka akan dilayani. Meskipun belum memiliki perda yang baru, tapi besaran tarif akan disesuaikan dengan perda lama. “Akan kami samakan dengan tarif puskesmas dulu untuk sementara, yakni Rp5 ribu untuk pendaftaran,” terangnya.

Sementara, tambah Toyalis, untuk tarif yang baru akan diatur dalam perda yang baru nanti. Di APBD Perubahan nanti, raperda khusus untuk RSUD itu akan diajukan untuk dibahas.

Terkait pembangunan ruang UGD, ruang operasi, dan Ipal, ia mengungkapkan, akan segera dilelang. Diharapkan, pembangunan dengan total anggaran Rp19,25 miliar itu dapat segera dilakukan.

Direktur RSUD Kota Serang dr A Hasanudin mengaku, pihaknya siap melakukan berbagai jenis pelayanan kesehatan. Hanya saja, untuk bedah besar belum dapat dilakukan lantaran ruang operasi belum tersedia meskipun tenaga dokter telah siap. Untuk itu, pihaknya akan mengajukan permohonan kerja sama dengan rumah sakit yang ada di Kota Serang seperti RSUD Banten untuk melakukan bedah besar.

Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Furtasan Ali Yusuf mengapresiasi pembangunan dan pengoperasionalan RSUD di penghujung akhir masa jabatan Jaman-Sulhi. “Tinggal bagaimana memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia tak menginginkan adanya rumah sakit itu justru tak memberikan manfaat bagi masyarakat. Apalagi, dari sisi bangunan sudah bagus. “Tinggal pelayanannya saja dimaksimalkan seperti rumah sakit swasta sehingga keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan mudah, murah, tapi berkualitas dapat terpenuhi,” terang Furtasan. (Rostinah/RBG)