SERANG – Untuk menjamin kualitas sumber daya manusa (SDM) di sektor pariwisata, perlu adanya sertifikasi bagi para pelaku pariwisata baik hotel maupun restoran.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LPS) Hospitality Cakrawala Indonesia (HCI) Adi Setiawan menjelaskan, sertifikasi perlu ada untuk menunjang potensi wisata yang ada di Banten.

“Sertifikasi itu salah satu program pemerintah untuk memberikan standar di suatu bidang atau industri. Banten itu potensi pariwisatanya sangat besar, dan ini perlu diikuti dengan SDM yang mempunyai kualitas dan daya saing. Karena itu perlu adanya lembaga sertifikasi,” kata Ade di salah satu cafe di Kota Serang, Senin (29/1).

Dijelaskan Adi, proses sertifikasi tidak dibatasi oleh jenjang pendidikan. Yang menjadi ukuran adalah kemampuan orang yang akan ikut sertifikasi tersebut sesuai bidangnya.

Adi mencontohkan, seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan SMP, namun dia memiliki pengalaman dan wawasan yang sangat luas dibidang kepariwisataan, maka orang tersebut bisa ikut sertifikasi. Karena yang menjadi faktor kelulusan proses sertifikasi adalah kemampuannyam

“Sertifikasi itu program pemerintah untuk menshort cut infrastruktur SDM. kalau sekolah kan lama. Sedangkan sertifikasi tidak,” katanya.

Adi melanjutkan, lembaga sertidfkasi ini muncul karena banyak investor hotel yang perlu dikembangkan. “Jika SDM pariwisata di Banten sudah tersertifikasi semoga bisa membuat investor lebih yakin untuk berinvestasi di Banten,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Harian PHRI Banten Ashok Kumar menjelaskan, saat ini kompetensi lebih diperlukan dan bernilai dari pada jenjang pendidikan.

SDM yang memiliki kompetensi di bidangnya tentu akan membuat bidang tersebut akan lebih maju. “Ini mutlak dibutuhkan agar pariwisata di Banten bisa berkembang,” katanya.

Ashok menjelaskan, lebih dari 18 ribu kamar di hotel-hotel yang ada di Banten, jika satu kamar membutuhkan satu orang yang tersertifikasi, berapa banyak yang diperlukan SDMnya. “Kondisinya sekarang yang sudah tersertifikasi miris sekali,” tuturnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)