Jamkrida Mobile Branch Siap Jangkau Daerah Pelosok di Banten

0
682 views
Direktur Utama PT Jamkrida Banten, Hendra Indra Rachman.

SERANG – Demi menjangkau dan memudahkan masyarakat, PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten akan segera meluncurkan Jamkrida Mobile Branch, yang memudahkan masyarakat dan memaksimalkan sistem kerja Jamkrida di luar kantor.

Direktur Utama PT Jamkrida Banten, Hendra Indra Rachman mengatakan, mobil yang didesain layaknya kantor berjalan tersebut rencananya akan mulai diluncurkan di tahun 2018 mendatang.

“Sebagai pengganti sementara kantor yang belum dapat kami dirikan di daerah-daerah pelosok, kami luncurkan Jamkrida Mobile Branch yang di dalamnya tidak hanya ada stafnya saja, namun didukung oleh sistem pengoperasian layaknya di dalam kantor sehingga mereka dapat berkeliling dan bekerja,” katanya saat diwawancarai di kantornya, Senin (6/3).

Sementara itu, saat ini PT Jamkrida Banten belum berencana untuk membangun dan mendirikan kantor cabang lainnya di daerah Banten. “Untuk sementara kita di sini saja, dan saat ini masih staf kita yang melakukan mobile setiap minggunya bergerak, yang dibagi di empat wilayah yakni Serang, Pandeglang, Lebak dan Tangerang,” ujarnya.

Terkait Usaha Mikro Kecil dan Mencegah (UMKM), saat ini PT Jamkrida Banten, sudah memiliki lebih dari 30 ribu pelaku UMKM yang tersebar di wilayah Provinsi Banten. “Banyak UMKM yang sudah ditangani oleh mitra-mitra yang bekerja sama dengan kami antara lain mitra kami yaitu Bank umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Koperasi, dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang menangani keuangan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Tidak sulit, jika ingin melakukan pinjaman dengan mitra yang sudah bekerjasama dengan PT Jamkrida. Untuk calon debitur hanya diharuskan memberikan surat keterangan usaha yang dikeluarkan oleh pihak kelurahan.

“Polanya adalah debitur datang ke mitra kami dan dilakukan verifikasi, selanjutnya apabila mereka layak dan persyaratan kreditnya itu baik misalnya tidak memiliki agunan, maka pihak mitra akan menghubungi kami, dan kalau kami setujui baru mitra juga akan menyetujui pinjaman debitur,” katanya.

Sedangkan, untuk besaran pinjaman tergantung kelayakan dari peminjam yakni harus terpenuhi 5C yaitu character, capacity, capital, condition of economy dan contract.

“Kita siapkan dua pilihan, ada yang Syariah dengan sistem bagi hasil IJK (Intensif Jasa Kafalah) dan kalau konvensional IJP (Intensif Jasa Penjaminan) yang hanya dibiarkan di depan saja, jadi tidak ada bunga,” ungkapnya. (Wirda)