Ilustrasi

Anda sering merasakan kesemutan di area telapak tangan? Atau bahkan mungkin disertai rasa tersetrum? Hati-hati dan jangan anggap enteng. Sebab bisa jadi itu berkaitan dengan carpal tunnel syndrome(CTS). .

Spesialis ortopedi RSAL dr Ramelan dr Adi Suriyanto SpOT mengungkapkan, jumlah pasien CTS cukup tinggi. Dalam sepekan, selalu ada pasien baru. Itu di RSAL saja. Di rumah sakit lain bisa jadi juga banyak. Ada pasien yang datang dengan keluhan pada kedua tangan.

Pasien dengan CTS, menurut dia, mengalami penyempitan di bagian terowongan tangan. “Penyempitan itu mengganggu saraf medianus di tangan,” ujar Adi Suriyanto seperti dilansir JPNN.

Saraf tersebut merawat ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan separo jari manis. Jika saraf itu terganggu, keluhan yang paling sering disampaikan adalah kesemutan atau gringgingen. Kemudian, saat dipegang, kulit tangan terasa menebal sampai tidak bisa merasakan sentuhan. Pada kondisi berat, saat telapak tangan disentuh, pasien seperti tersetrum listrik.

Deteksi dini diperlukan untuk membedakan kesemutan biasa dan CTS. Kesemutan biasa berkaitan dengan posisi. Misalnya, tangan tidak sengaja tertindih. Berbeda halnya dengan CTS. Kesemutan tidak bisa hilang meski berganti posisi.

Menurut alumnus Universitas Airlangga tersebut, ada juga pemeriksaan dengan phalen’s test. Lengan bawah diposisikan tegak lurus, lalu telapaknya dijatuhkan dengan membentuk sudut 90 derajat. “Positif CTS jika kesemutannya makin parah dengan tes itu,” ungkapnya.

Ada cara lain untuk mendeteksi CTS. Yakni, menggunakan alat untuk mengetahui hantaran saraf. Namanya electromyography (EMG). Jika alat itu digunakan pada daerah yang terjepit, tampak ada hambatan hantaran saraf. Peranti tersebut tersedia di beberapa rumah sakit di Surabaya.

Adi menyebutkan, semakin cepat ditangani, perawatan carpal tunnel syndrome kian mudah. Yang masih ringan cukup dengan pemberian salep khusus. Ada juga obat-obatan. Tapi, jika sudah berat, penanganannya hanya operasi. Terowongan di tangan dibebaskan dari jeratan. Seperti sapu lidi, tali pengikatnya dipotong.

Untuk penanganan, pasien juga bisa datang ke dokter bedah saraf. “Tidak selalu harus datang ke bedah tulang, sama-sama bisa mengerjakan dan memiliki kompetensi,” ucapnya. (JPNN)