Jangan Genit Mas!

0
276 views

Antara cinta dan benci, perasaan Lola (43) nama samaran teraduk-aduk lantaran sikap suami, sebut saja Emen (45) suka genit ke para wanita termasuk janda. Namun, meski kadang emosi tidak bisa terkendali, Lola mengaku cinta mati kepada suami. Ciyee.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Tunjungteja, Lola siang itu sedang mengobrol dengan tukang sayur keliling di depan rumah. Ketika didatangi dan diajak mengobrol seputar rumah tangga, Lola tidak menolak. Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk simak cerita ini.

Lola sebenarnya termasuk wanita cuek dan tidak mau peduli terhadap omongan orang. Tapi jika omongan itu menyangkut urusan pribadi, apalagi soal rumah tangga bersama Emen, Lola sangat sensitif dan mudah marah.“Saya sih sebenarnya percaya sama Kang Emen, tapi kalau kelakuannya sudah keterlaluan, saya juga enggak tahan,” keluhnya.

Kata Lola, Emen memang tampan. Emen bekerja sebagai karyawan pabrik, usaha sampingannya memperbaiki saluran listrik di rumah warga. Meski kulitnya hitam, tapi sikap dan perhatian Emen mampu membuat Lola nyaman. Apalagi ia pandai berguyon dan sering membuat Lola tertawa saat sedang berdua, kenangan indah itu tentu sulit dilupakan.

Lola wanita cantik. Mamah muda anak dua itu punya bentuk tubuh yang langsing. Lola menyadari, Emen lelaki baik dan ramah kepada setiap orang. Tapi kadang-kadang keramahannya berlebihan dan salah sasaran. Jika baiknya kepada teman laki-laki, saudara, atau orang tidak mampu, Lola tentu bahagia. Tapi saat Emen baik kepada gadis perawan, istri orang, apalagi janda, Lola pasti tidak terima. “Dia tuh suka modus gitu, makanya saya sering emosi,” katanya. Sabar Teh.

Kata Lola, sejak pertama kenal dengan Emen di acara pernikahan teman pun, ia langsung merasa kalau Emen lelaki yang suka modus. Soalnya, Emen bersikap sok perhatian, mulai dari mengambilkan tisu, sampai menawarkan tumpangan pulang. “Karena waktu itu teman saya pulang duluan, ya sudah deh bareng Kang Emen,” katanya.

Sejak itu kedekatan mereka semakin intens. Meski awalnya risih, tapi lama-kelamaan Lola merasa nyaman bersama Emen. Setiap kondangan pasti berdua, meski tanpa ikatan resmi pacaran, tapi orang-orang sudah menganggap mereka pasangan serasi. “Kita jalanin aja tanpa status pacaran, saya bisa deket sama lelaki lain, dia juga sama,” aku Lola. Wah, pantesan.

“Tapi kan dulu mah emang enggak pacaran, jadi bodo amat dia mau jalan sama siapa juga,” tukasnya.

Hingga akhirnya, karena banyak teman yang sudah menikah, Emen pun mengajak Lola berumah tangga. Pernikahan mereka berlangsung meriah meski hanya pesta sederhana. Keduanya tinggal di rumah pribadi Emen.

Sikap dan perilaku Emen yang menyenangkan, membuat orang-orang senang. Maka Emen diangkat menjadi ketua pemuda. Nama Emen semakin harum di warga kampung. Setiap ada warga yang mengeluh tentang berbagai macam masalah, pasti yang dipanggil Emen.

Termasuk ketika ada janda muda yang kesulitan ekonomi, Emen yang menemani ke kantor desa. Sebenarnya sih apa yang dilakukannya bagus, tapi karena Emen yang suka becanda dan genit-genit sok manja, membuat pandangan orang berbeda. Omongan jelek pun sampai ke telinga Lola. “Banyak yang bilang kalau Kang Emen tukang modus,” katanya.

Lola pun emosi, amarahnya tidak bisa dibendung saat Emen pulang. Tapi setelah puas ngomel, kata Lola, Emen hanya diam. Sikap diam suaminya malah membuat Lola merasa bersalah. “Sayanya bingung, mau marah juga tapinya saya cinta ke dia, enggak tega,” katanya.

Hingga sekarang, kelakuan genit Emen tidak berubah. Lola sendiri sudah biasa mendengar ocehan orang tentang suaminya. “Sekarang mah biarin ajalah, lagian Kang Emen juga masih suka perhatian ke saya,” katanya.

Oalah, sabar ya Teh Lola. Semoga Kang Emen bisa setia meski sikap genitnya ke mana-mana. Hehe. (mg06/zee/ags)