Jangan Paksa Mobil Ambulans, Pemkot Cilegon Punya Dua Unit Mobil Jenazah

0
195

CILEGON – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon Arriadna meminta masyarakat paham tentang peruntukan mobil jenazah dan ambulans. Mobil jenazah khusus untuk mengantar jenazah, sedangkan mobil ambulans hanya untuk mengantarkan orang sakit.

“Nomenklaturnya (tata nama) saja tidak sama, beda geh. Untuk apa ada judulnya mobil jenazah dan ambulans. Kalau sama, untuk apa namanya dibedakan. Jadi peruntukannya berbeda,” ujarnya saat dihubungi Radar Banten Online melalui sambungan telepon seluler, Jumat (3/11).

Arriadna menyebut Pemkot Cilegon telah menyediakan dua unit mobil jenazah untuk melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan. Untuk mendapatkan pelayanan dari mobil jenazah, masyarakat diminta untuk sabar menunggu kedatangannya.

Sebab dua unit mobil jenazah tersebut setiap waktunya berada di Kantor UPTD yang membidangi mobil jenazah yang berlokasi di wilayah Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang.
“Kita ada dua unit (mobil jenazah) di UPTD Pelayanan Gawat Darurat Terpadu. Itu sudah bersama mobil ambulans gratis. Kan itu ada UPT-nya sendiri,” katanya.

Dijelaskannya, pelayanan yang diberikan mobil jenazah dan ambulans kepada masyarakat Cilegon selama 24 jam. Gratis tanpa dikenakan sepeser pun biaya. Arriadna mengaku pihaknya tidak akan mempersulit warganya untuk menggunakan pelayanan tersebut.

“Cuma tinggal ditelepon, langsung dijemput. Cuma orang mati (meninggal dunia) kan tidak usah buru-buru, nanti juga sampai, tinggal tunggu sebentar. Sopir sudah kita siapkan dan itu juga sudah tidak usah bayar,” tuturnya.

Disinggung mengenai kekecewaan warga Lingkungan Jangkar Sukun, terhadap pihak Puskesmas Ciwandan lantaran tidak diperkenankan menggunakan mobil ambulans untuk mengantar jenazah, Arriadna mengaku telah mengetahui hal tersebut langsung dari laporan dr Lendy, Kepala Puskesmas Ciwandan.

“Mau dipanggilkan mobil jenazah tapi (warga) keburu marah. Iya itu sih sudah biasa. Kalau itu (warga menyebut petugas Puskesmas Kecamatan Ciwandan kurang ramah saat menolak mobil ambulans dipakai mengantar jenazah) akan menjadi masukan bagi saya. Staf saya memang harus belajar melayani dari hati,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)