Jangan Politisasi Anak-anak!

0
539 views
Banlih Pilgub

SERANG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Serang meminta kepada masing-masing tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur agar tidak melibatkan anak-anak dalam setiap agenda kampanye. Itu lantaran selama proses kampanye terbatas dan umum masih menemukan keterlibatan anak-anak.

Ketua Panwaslu Kota Serang Rudi Hartono mengatakan, berdasarkan hasil temuan di lapangan, banyak anak-anak yang mengenakan bahan kampanye. “Ini masuk kategori politisasi anak-anak,” ujar Rudi kepada Radar Banten saat ditemui di ruang kerjanya, kantor Panwaslu Kota Serang, Jalan Ahmad Yani, Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa (10/1).

Pria yang berdomisili di Kecamatan Cipocokjaya tersebut menjelaskan bahwa keterlibatan anak-anak dalam kampanye bertentangan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak. Pelanggaran lain yang ditemukan adalah dugaan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dan pelanggaran lalu lintas. “Kita merekomendasikan kepada Lembaga Perlindungan Anak (LPA) untuk mengimbau tim pasangan calon agar tidak melibatkan anak-anak dalam kampanye,” katanya.

Ketua LPA Banten Iif Syafrudin mengatakan, setelah melakukan koordinasi dengan Panwaslu dan hasil pengamatan di lapangan, memang ada keterlibatan anak-anak pada kampanye, baik yang dilakukan oleh orangtua anak dan adanya pembiaran dari penanggung jawab kampanye. “Saya mengimbau kepada semua pihak, orangtua, penanggung jawab kampanye, pasangan calon, juga para pelaksana untuk menghormati hak-hak anak,” katanya.

Pria asal Pandeglang ini mengakui, pada sisi pengalaman positif dan ilmu pengetahuan bagi anak-anak, masih bisa menerima keikutsertaan anak-anak pada ajang kampanye politik. Hal itu selama memang menggaransi bahwa anak-anak dalam keadaan aman dan tidak ada tindakan eksploitasi pada anak. “Jangan sampai anak-anak dieksploitasi seperti memakai bahan kampanye, kemudian ikut kampanye terbuka memakai kendaraan yang tidak safety riding,” katanya. (Fauzan D/Radar Banten)