Jangan Sepelekan Penyakit Asma pada Anak

0
105

SURABAYA – Rifki Fajar Apriawan ambruk saat sedang asyik dan nikmat minum es kepal milo bareng kawan-kawannya.

Bocah 9 tahun itu sesak napas. Pulang dari sekolah, dia masuk rumah sakit. Asmanya kambuh Jumat (10/8).

Hingga kemarin, Rifki masih terbaring di Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG). Menurut ibunda Rifkii, Chamimah, putranya punya riwayat asma.

Tubuhnya alergi dingin. Baik cuaca maupun makanan dan minuman. Kondisi itu muncul saat Rifki berusia 3 tahun.

“Waktu itu opname juga. Saluran napasnya menyempit,” terang Arif Kurniawan, ayah Rifki.

Sulit bernapas. Dada nyeri, batuk, hingga napas berbunyi. Orang Jawa bilang mengi.

“Kalau kelelahan, sering ngos-ngosan. Langsung kontrol ke dokter,” tambah Arif.

Dia mengaku penasaran. Sebab, dalam keluarganya tidak ada yang punya riwayat penyakit seperti itu. Semua sehat-sehat saja.

Dokter spesialis anak RSPG dr Natalia Erica Jahja mengatakan, asma sangat mengganggu anak-anak. Kalau kambuh, asupan oksigen ke otak turun. “Kinerja otak terganggu,” ucapnya kemarin (14/8), dilansir JPNN.com.

Asma harus segera diobati. Jika tidak, bisa terjadi pneumonia. Paru-paru bisa rusak. Sewaktu-waktu bisa kambuh. Penyakit itu tidak bisa tuntas hanya dengan obat.

“Perlu pencegahan,” katanya.

Mengubah gaya hidup dan kebiasaan? “Yang penting menghindari penyebab asma. Kalau alergi dingin, ya hindari makanan dingin,” papar Erica. (son/c7/roz/jpnn)