JAKARTA – Salah satu program yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak masa kampanye adalah tol laut. Namun, belum terlihat realisasinya, kini Jokowi sudah menggagas tol sungai.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, Presiden Jokowi meminta kepada BUMN untuk mengoptimalkan fungsi sungai atau kanal untuk jalur distribusi barang.

“Sebab, kalau lewat tol atau jalan raya sudah sangat padat dan biayanya tinggi,” ujarnya seusai bertemu presiden di Kantor Presiden kemarin (5/2).

Dalam pertemuan tersebut, Rini ditemani Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II R.J. Lino. Menurut dia, Pelindo yang bergerak di bidang pengelolaan pelabuhan kini memang tengah mencari cara untuk mengurai simpul kemacetan truk-truk kontainer menuju pelabuhan. “Caranya sudah ketemu, lewat jalur sungai atau waterway,” katanya.

Lino menambahkan, saat ini Pelindo II memang tengah mematangkan rencana pengembangan jalur angkutan kontainer via sungai atau inland access waterway.

“Rencananya sepanjang 40 kilometer, dari (kawasan industri) Cikarang ke Tanjung Priok,” ucapnya.

Dalam masterplan yang dimiliki Pelindo II, jalur transportasi angkutan kontainer tersebut bakal melalui sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) lalu masuk ke Marunda Jakarta Utara lalu ke Tanjung Priok. Selama ini, untuk mengangkut kontainer dari Cikarang ke Tanjung Priok, truk kontainer harus membelah kemacetan melalui tol Cikampek lalu mengarah ke Tanjung Priok.

Menurut Lino, jalur angkutan laut Cikarang – Marunda – Tanjung Priok tersebut bakal bisa dilalui kapal tongkang pengangkut kontainer berkapasitas maksimal 60 kontainer. Karena itu, proyek ini akan dimulai dengan pengerukan sungai atau kanal agar memiliki kedalaman yang cukup untuk bisa dilalui kapal tongkang. “Biaya investasinya sekitar Rp 1 triliun,” sebutnya.

Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan, Jokowi sering menyampaikan pentingnya alternatif angkutan darat. Salah satu target ambisiusnya adalah membangun tol laut yang menghubungkan berbagai wilayah atau kepulauan di Indonesia. Ini merupakan strategi untuk menekan lonjakan harga barang di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Jokowi, tol laut bukanlah jalan tol yang dibangun di atas laut, melainkan pengembangan sistem transportasi via laut dengan menggunakan kapal-kapal besar yang melayani berbagai rute, sehingga kontainer barang pun bisa langsung diangkut dalam jumlah besar.

“Dengan begitu, biayanya jauh lebih efisien, sehingga perbedaan harga barang antar wilayah bisa ditekan,” ujarnya. Namun, hingga kini, proyek tol laut hanya sebatas gagasan. (owi/end/JPNN)