Jaringan Narkoba Menggeliat dari Dalam Lapas

Narkoba
Tersangka beserta berbagai jenis narkotika dihadirkan saat pemusnahan barang bukti di Garbage Plants, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (10/2/2016). (Foto: Khanif Lutfi)

TANGERANG – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso membeberkan mengguritanya jaringan narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). Hadir dalam pemusnahan 822,6 Kg ganja kering, 80 butir pil ekstasi dan 14 Kg sabu siap edar di Garbage Plants Angkasa Pura II, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Rabu (10/2/2016), pria yang akrab disapa Buwas ini mengatakan, dari 100 persen peredaran narkotika di Indonesia, 50 persennya dikendalikan dari dalam Lapas. Buwas menambahkan, dari 7 tersangka yang dihadirkan dalam pemusnahan kemarin, 5 tersangka mengaku memiliki bos di dalam Lapas.

“Dari pengakuan lima tersangka, barang tersebut merupakan milik WNA Nigeria yang saat ini berada di Lapas. Kasus ini masih kita selidiki lebih lanjut, sebab untuk menghentikan peredaran dari dalam Lapas harus melibatkan beberapa stakeholder,” ujar Buwas kepada awak media, seperti dilansir Harian Radar Banten.

Buwas enggan menyebutkan dari Lapas mana WNA Nigeria tersebut. “Bisa dari Lapas mana saja, bisa Lapas Jakarta, pokoknya semua Lapas berpeluang,” tegas Buwas. Yang pasti, jaringan Nigeria ini adalah jaringan internasional. Saat ini BNN masih mencari informasi dari para kurirnya terlebih dulu, sebelum menangkap bos besar yang saat ini berada di dalam Lapas.

BNN juga telah mengantongi nama petugas Lapas yang terlibat dalam peredaran narkotika dalam jumlah yang sangat besar ini. BNN segera menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Kemenkumham untuk segera menahan oknum tersebut.

Buwas menuturkan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari empat kasus yang berhasil diungkap BNN periode Desember 2015 sampai Februari 2016. Kasus pertama yang berhasil diungkap adalah pengiriman ganja seberat 822,6 Kg. Ganja tersebut disita dari dua tersangka yakni AP (58) dan AM (36) di depan kantor Unit Pelaksana Penimbangan, Pematang Panggang, Mesuji, Sumatera Selatan.

Ada juga paket kiriman yang berisi 85 pil ekstasi dari Amerika Serikat yang digagalkan. Barang haram tersebut disita dari pengiriman Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat. Saat ini, pihak penerima yang berada di Indonesia masih diburu oleh BNN.

Selanjutnya adalah pengiriman 1 Kg sabu dari Thailand dengan tersangka BN (32) dan HG (33). Sabu tersebut disita dari kedua tersangka saat melintas di Jalan Pantai Selatan, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan Jakarta Utara. Pengakuan dari kedua tersangka, sabu tersebut kirim lewat jalur darat. Dan dipesan oleh WNA Nigeria yang berada di dalam Lapas.

“Jaringan narkotika dalam Lapas memang sangat banyak, karenanya saat ini kita memfokuskan peredaran narkotika yang dikendalikan di dalam lapas. Kalau jaringan Lapas bisa kita berantas habis, 50 persen peredaran narkotika sudah berkurang,” paparnya.

Buwas menambahkan, seluruh narkotika yang dimusnahkan berasal dari jaringan internasional dan terstruktur rapi. Namun seluruh tersangka yang berhasil ditangkap kebetulan seluruhnya adalah WNI. Kasus terakhir adalah 13,7 Kg sabu dengan tiga tersangka yakni LAS (63), MA (29) dan SL (42). Sabu ini disita BNN dari salah satu kontrakan di Pinang, Kota Tangerang beberapa waktu lalu. “Yang pasti, seluruh tersangka yang kita (BNN-red) hadirkan ini merupakan pembunuh. Mereka membunuh generasi muda Indonesia dengan menjual narkoba. Semoga mereka dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, kedua tersangka kurir ganja yakni AP dan AM mengaku akan membawa ganja tersebut ke Jakarta. Setiap pengiriman, kedua tersangka tersebut diberi upah Rp30 juta. Namun kedua tersangka menolak untuk mengatakan siapa bos besar yang menyuruhnya. Barang tersebut diambil dari Aceh, dikirim melalui jalur darat yang nantinya akan ada yang menjemput di Jakarta. “Saya baru satu kali ini saja mengirim, dan langsung ketahuan. Saya juga tidak tahu siapa bos saya, saya cuma komunikasi lewat telepon aja,” tutup AP yang mengaku memiliki 8 cucu. (RB/mg-17/asp)