Jaro Banten Berkomitmen Kawal Program Pemprov

Para tokoh Provinsi Banten antara lain Taufiequrachman Ruki, Embay Mulya Syarief, Ahmad Taufik Nuriman, Aeng Haerudin, Daenulhay, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya foto bersama seusai deklarasi Jaro Banten di Masjid Ats-Tsauroh, Kota Serang, Selasa (11/9).

SERANG – Tokoh-tokoh Provinsi Banten kembali berkumpul. Kali ini, mereka berkumpul di Masjid At-Tsauroh, Kota Serang, untuk mendeklarasikan perkumpulan urang Banten, Jawara Banten Kabula, Kabale, Kabalendongan atau Jaro Banten, Selasa (11/9) siang.

Dalam pertemuan itu, mereka menyatakan komitmen untuk terus mengawal program pemerintahan yang pro terhadap kepentingan masyarakat. Termasuk memberikan kritik jika pembangunan jauh dari harapan masyarakat.

Ketua Jaro Banten Taufiequrachman Ruki mengatakan, keberadaan Jaro Banten untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Banten kepada pemerintah. Baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. “Di sisi lain kita tidak semata-mata menempatkan diri sebagai oposan bagi pemerintah. Kita juga ingin memperkuat pemerintah dalam rangka melaksanakan visi dan misi yang pro-rakyat,” ujar Ruki.

Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan, dalam melaksanakan program, visi, dan misi, pemerintah tidak serta merta selalu berjalan mulus. Tapi, banyak mengalami hambatan-hambatan. “Kita ingin menjadi mediator antara kedua belah pihak. Program pemerintah tercapai, rakyat yang menginginkan makmur juga tercapai,” katanya.

Kata dia, Jaro Banten di antaranya fokus mengawal dan memastikan tiga program prioritas pemerintah di Banten yang meliputi pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur bisa berjalan dengan baik. “Ke depan kita akan membuat rekomendasi. Melalui FGD (focus group discussion-red) untuk memecahkan masalah yang ada,” terangnya.

“Pendidikan pasti, ke depan harus vokasional training. Sebagai bentuk tindak lanjut untuk mengurai pengangguran,” sambung Ruki.

Ia juga menjelaskan, deklarasi Jaro Banten sebagai aspirasi dari anggota yang menghendaki civil society organisation. Bebas dari aliran kepartaian dan memiliki komitmen tentang kebantenan. “Supaya pikiran kita jernih untuk kepentingan masyarakat. Pemberian nama Jaro Banten merupakan sebuah sistem leadership bagi masyarakat adat Banten,” terangnya.

Di tempat yang sama, Dewan Penasihat Jaro Banten Embay Mulya Syarief mengatakan, tidak semua masalah masyarakat bisa diselesaikan oleh eksekutif dan legislatif, tanpa masyarakatnya sendiri sadar. “Kita sebagai problem solver. Kita semua peduli terhadap Banten dan bergabung di Jaro Banten,” katanya.

Kehadiran Jaro Banten, kata Embay, diharapkan bersinergi dan mengingatkan pemerintah provinsi disertai dengan solusi konstruktif. Sehingga, apa yang menjadi arah dan tujuan pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat. “Kita (Jaro Banten-red) tidak mengenal birokrasi. Berkumpul dari berbagai unsur. Kita konkret, seperti yang dilakukan beberapa tahun lalu. Harapannya, kita bisa mempercepat cita-cita pembentukan Provinsi Banten dan kesejahteraan masyarakat,” sambung Embay.

Embay mencontohkan, salah satu langkah yang dilakukan adalah upaya menekan angka pengangguran melalui pembuatan politeknik atau sekolah teknik lanjutan. Selanjutnya, diisi dengan program link and match. “Karena salah satu masalah dari pengangguran di kita tidak sesuainya lulusan SMA SMK dengan kebutuhan lapangan pekerjaan,” kata mantan calon wakil gubernur itu.

Sekretaris Jaro Banten Eden Gunawan menambahkan, perkumpulan ini menindaklanjuti Whatsapps group yang di dalamnya ada tokoh-tokoh Banten dan profesi lain yang peduli terhadap Banten. “Kita akan membantu dengan pikiran. Bukan hanya pemerintah, tapi juga masyarakat. Intinya, mengawal program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat,” kata Eden.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat dihubungi melalui telepon tadi malam mengaku, Pemprov Banten membutuhkan support dan masukan dari berbagai elemen masyarakat. Kehadiran Jaro Banten, katanya, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam membangun Banten. “Kita sangat terbuka untuk menerima masukan dan kontrol dari berbagai elemen masyarakat. Termasuk Jaro Banten” katanya.

Andika mengapresiasi pendirian organisasi Jaro Banten yang digagas dan beranggotakan tokoh-tokoh Provinsi Banten. Sehingga, program prioritas pemprov mendapatkan masukan dan kontrol dari para tokoh Banten. “Alhamdulillah menjadi salah satu stimulan bagi pemprov. Ini positif,” pungkasnya.

Deklarasi Jaro Banten dimulai dengan Salat Duhur berjamaah. Tokoh-tokoh yang hadir antara lain Aeng Haerudin (mantan ketua DPRD Banten), Daenulhay (mantan direktur utama PT KS), Dede Syaiful, Eden Gunawan, Iyus Yusuf Suptandar (pengusaha), Dadang Sodikin, Boyke Pribadi (akademisi), Hasan Gaido, Udin Syafarudin, Anang Rahmatullah, dan sejumlah tokoh lainnya.

Sebelum Jaro Banten, para tokoh Banten terakhir kali melakukan pertemuan terbuka melalui acara yang dikemas dalam halalbihalal Urang Banten dengan tema Kabula, Kabale, Kabalendongan di Ballroom Hotel Le Dian, Kota Serang, pada Sabtu (21/7). Saat itu, para tokoh Banten meminta Pemprov Banten untuk memperhatikan pelayanan dasar bagi masyarakat. (Fauzan D-Aditya R/RBG)