Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo bersama Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani menyerahkan santunan di RSUD Tangerang Selatan.

TANGERANG – PT Jasa Raharja (Persero) bertidak cepat menyikapi kecelakaan lalu lintas bus pariwisata di tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2), yang mengakibatkan 27 orang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka.

Begitu informasi kecelaakaan diterima, Jasa Raharja langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Begitu pula dengan Jasa Raharja Cabang Banten, yang mendapatkan informasi korban kecelakaan adalah warga Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Sabtu malam langsung membuka posko di kantor Kelurahan Pisangan untuk mengumpulkan data dan identitas dari para keluarga korban sebagai persyaratan santunan.

Pada hari Minggu (11/2) ini santunan kepada ahli waris 23 korban meninggal dunia warga Tangsel diserahkan di RSUD Kota Tangerang Selatan. Sementara dua orang lagi akan diserahkan berikutnya setelah persyaratan penyerahan santunan lengkap.

Penyerahan santunan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Utama Jasa Raharha Budi Rahajo yang didampingi Kepala Jasa Raharja Banten Suhadi dan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani.

“Korban meninggal dunia santunannya sebesar Rp 50 juta diserahkan kepada ahli waris yang sah,” kata Direktur Utama Jasa Raharha Budi Rahajo.

Sementara bagi korban luka-luka yang mendapatkan perawatan di rumah sakit, lanjut dia, Jasa Raharja menanggung biaya perawatannya maksimal hingga Rp 20 juta.

Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo didampingi Kepala Jasa Raharja Cabang Banten Suhadi (kanan) memberikan keterangan pers saat penyerahan santunan.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Peraturan Mentri Keuangan RI No.15 dan 16 /PMK.10/2017 Tanggal 13 Februari 2017, besaran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas darat yaitu untuk korban meninggal dunia Rp 50 juta, korban yang mengalami cacat tetap maksimal mendapatkan santunan Rp 50 juta, biaya perawatan maksimal hingga Rp 20 juta. Selain itu, juga mendapatkan penggantian biaya penguburan bagi korban meninggal yang tidak mempunyai ahli waris sebesar Rp 4 juta, manfaat tambahan penggantian biaya P3K Rp 1 juta, dan penggantian biaya ambulans Rp 500 ribu.

Pada Sabtu (10/2) sekira pukul 17.00 WIB, bus pariwisata dengan nomor polisi F 7959 AA terguling di Tanjakan Emen, Subang. Kecelakaan yang diduga akibat bus mengalami rem blong itu menewaskan 27 orang. Sebagian besar adalah warga Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, yang menjadi penumpang bus pariwisata itu. (Aas Arbi)