Jelajah Nusantara Pameran Artefak Rasulullah Saw di Banten Lama

Warga antusias melihat artefak peninggalan Rasullulah Saw di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, Senin (17/2).

Menangis, Tak Henti Lantunkan Salawat

Antusiasme masyarakat untuk melepas rasa rindu kepada Rasulullah Saw begitu besar. Meskipun hanya melalui 13 artefak peninggalan Nabi SAW, rasa rindu kepada Rasulullah Saw terobati melalui pameran artefak di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama.

Rostinah – Serang

Antusiasme masyarakat yang ingin melihat pameran itu terlihat dari banyaknya tiket yang terjual (satu tiket Rp25 ribu). Sejak dibuka pagi hari hingga pukul 15.00 WIB, ada 1.800 pengunjung yang datang ke Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama di Kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Museum itu tak terlihat seperti biasa. Kemarin, banyak orang rela mengantre di depan pintu masuknya. Bahkan, puluhan lainnya juga mengantre di pintu gerbang museum tersebut.

Ya, sejak diresmikan Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin pada Minggu (16/2),  Pameran Artefak Rasulullah Saw yang diselenggarakan Yayasan Galeri Museum Artefak Rasulullah (MAR) itu banyak didatangi pengunjung. Di hari kedua, pengunjung yang datang lebih banyak lagi. Lantaran tingginya antusiasme masyarakat dan terbatasnya tempat, para pengunjung dibatasi waktu 20 menit di dalam museum.

Saat memasuki museum, telinga kita dimanjakan dengan lantunan salawatan yang dibawakan sejumlah orang dalam ruangan tertutup, tetapi suaranya menggema ke seluruh museum. Salawatan itu membuat para pengunjung ikut melantunkan pujian-pujian kepada Rasulullah Saw.

Penjagaan dalam museum juga cukup ketat. Selain dijaga aparat kepolisian, sejumlah banser juga berjaga di dalam ruang museum.

Artefak pertama yang akan kita jumpai adalah kunci Kakbah Othmani yang berusia lebih dari 500 tahun. Dengan panjang 30 sentimeter, kunci Kakbah itu disimpan dalam kotak kaca dengan pinggiran berwarna emas. Di setiap masing-masing artefak terdapat keterangan yang menceritakan item tersebut sehingga para pengunjung tidak perlu bertanya lagi kepada petugas.

Kemudian, di sampingnya ada kotak dengan ukuran lebih lebar yang berisi tongkat Rasulullah Saw yang merupakan tongkat yang disukai Rasulullah serta peninggalan dari Nabi Ibrahim. Di sisinya juga terdapat pedang Khalid ibn al-Walid. Dari 13 artefak yang ada, itulah yang paling sering dikunjungi dan dijadikan tempat foto para pengunjung.

Pedang dengan ukuran besar yang dihiasi berbagai batu berwarna-warni itu memang menarik perhatian pengunjung.

Selain itu, ada juga sorban Rasulullah Saw berupa penutup kepala dengan ciri-ciri yang berbeda seperti kopiah yang terbuat dari kulit kayu, kain, dan kulit unta. Panjang sorban itu melebihi lima meter, berwarna hitam dan hijau yang merupakan warna kesukaan Baginda.

Di depan sorban itu terdapat baju perang Othmani, yaitu baju perang kerajaan Islam Utsmaniyah yang digunakan pertama kali pada 1516 oleh pasukan tentara Sultan Muhammad Al-Fateh. Baju perang itu juga menarik perhatian karena terbuat dari besi seperti yang selama ini dilihat dalam televisi.

Di ruangan berbeda, terdapat sandal rumahan Baginda Rasulullah Saw yang terbuat dari kulit domba. Sandal berwarna hitam itu disimpan dalam peti cokelat yang di bawahnya beralaskan kapas. Untuk kaki manusia saat ini, tentu saja ukuran sandal itu cukup besar.

Di pameran itu juga terdapat janggut dan rambut Rasulullah Saw sebanyak dua helai yang disimpan dalam botol kecil. Untuk dapat melihatnya, tentu kita harus teliti lantaran dua helai janggut dan dua helai rambut itu tersimpan dengan posisi berdiri. Di samping pameran rambut Rasulullah terdapat keterangan bahwa rambut Beliau lurus dan sedikit berombak.

Pameran itu juga  menampilkan darah bekam Rasulullah yang disimpan dalam botol kecil. Ada juga tapak kaki Rasulullah. Jejak tapak kaki itu tercetak semasa Beliau memasuki Yaman kali pertama. Kemudian, ada juga tanah makam Rasulullah Saw semasa direnovasi yang disimpan dalam wadah berdiameter 17 sentimeter.

Selanjutnya, ada juga batu dinding Kakbah dan batu sijjil. Khusus untuk batu yang menyerupai Hajar Aswad dan batu yang menyerupai dinding Kakbah tidak disimpan dalam wadah khusus sehingga pengunjung dapat menyentuhnya langsung. Ada pula kiswah pintu taubah yang dibuat pada 1235 Hijriah yang terbuat dari benang berlapis emas, perak, dan tembaga.

MENANGIS

Keingintahuan terdapat artefak Rasulullah membuat Ratu Fatimah datang ke pameran. Berdiri di samping tongkat Nabi Muhammad Saw, Fatimah menangis sembari menggendong anaknya yang masih bayi. Saat ditanya alasannya menangis, perempuan dari Kecamatan Kasemen, Kota Serang itu mengaku terharu karena bisa melihat langsung artefak Rasulullah Saw. “Saya rindu. Tidak menyangka,” tuturnya sembari terus melantukan salawat.

Tak hanya Fatimah, Kepala Bagian Kesra Pemkot Serang Hudori KA juga menyaksikan artefak Nabi Muhammad Saw dan para sahabat. Mulutnya tak lepas membaca salawat sembari melihat ke-13 artefak yang dipamerkan.

Hudori mengaku, sengaja datang ketimbang harus melihatnya di negara orang. “Mumpung ada yang dekat. Kami ingin melihat secara nyata. Subhanallah,” tuturnya.

Tak hanya orang dewasa, kemarin anak-anak dari Madrasah TPA Al Kahfi di Kramatwatu juga mendatangi pameran yang akan ditutup sore ini. Kepala Madrasah TPA Al Kahf mengaku, sengaja membawa anak muridnya ke sana untuk melihat dan belajar mengenai sejarah Islam.

PENAWAR RINDU

Event Manager Tifica Agung Gumilar mengatakan, Yayasan Galeri Museum Artefak Rasulullah (MAR) menyelenggarakan pameran artefak itu di 18 daerah di Indonesia. Banten menjadi tempat pertama pameran karena Tanah Jawara ini mempunyai catatan tersendiri dalam sejarah Islam.

“Pameran ini sebagai sarana bagi umat Islam untuk melepaskan rasa rindu, kami memberi penawar rindu,” tuturnya.     

Pameran itu dimulai di Banten sejak Minggu (16/2) sampai hari ini. Kata dia, barang yang dibawa ke Banten berbeda dengan daerah lainnya tergantung animo masyarakat beserta tempat pameran.

Pria yang akrab disapa Cepi itu mengaku, animo masyarakat sangat tinggi. Bahkan, ada juga masyarakat yang sampai berjalan kaki karena tidak mempunyai biaya, tetapi ingin melihat artefak kecintaannya.

Artefak yang dipamerkan itu dikumpulkan dari museum pribadi Prof Dr Abdul Mannan Embong di Malaysia. Saat dibawa ke Indonesia, tidak ada kendala yang berarti. Sementara untuk perawatannya, Cepi mengungkapkan ada perawatan khusus.

“Perawatannya tidak lepas wudu dan terus salawat,” tuturnya.

Reaksi masyarakat yang melihat artefak beragam, ada yang mulai salawatan sejak pintu gerbang museum, sampai ada yang menangis saat melihat artefak-artefak tersebut.

Kata dia, benda-benda artefak itu secara autentikasi resmi dari Saudi Arabia dan keasliannya sudah bersertifikat. Prof Dr Abdul Mannan Embong merupakan seorang arkeolog yang menemukan sejumlah artefak Rasulullah Saw dan para sehabat. Namun, sebagian artefak lainnya adalah benda hibah dari ahlul bait dan kerajaan. (*)