Jelang HUT, Rano Bercengkrama Dengan Tokoh dan Masyarakat Tangsel

0
178

TANGSEL – Sehari jelang peringatan HUT ke-8 Kota Tangerang Selatan, Rano Karno secara khusus berkumpul dan bercengkrama dengan tokoh dan masyarakat di Kota Tangerang Selatan (25/11). Disambut antusias sejumlah pendiri Kota Tangsel, pemuka, dan alim ulama, Rano Karno mengawali lawatannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Zarkasih Nur, salah satu pemrakarsa berdirinya Kota Tangerang Selatan, mengingatkan kepada Rano Karno untuk mengakhiri kasus-kasus korupsi di Banten, seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.

“Banten terkenal karena korupsinya, yang termasuk paling buruk di Indonesia. Saya percaya dan menaruh harapan pasangan Rano-Embay dapat mengakhiri citra buruk yang melekat di Banten,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Rano berjanji melanjutkan berbagai program yang telah dirintisnya bersama KPK. “Saya secara khusus telah meminta KPK berkantor di lingkungan Pemprov Banten untuk mengawasi kami. Bahkan saya meminta KPK untuk mendampingi kami menyusun perencanaan anggaran dan merumuskan RPJMD. Semua itu saya lakukan tak lain karena kita semua ingin menjaga marwah dan kehormatan Banten. Masa lalu yang buruk, biarlah kita tutup dan menjadi pelajaran bagi kita dalam melangkah ke depan,” ungkapnya.

Rano yang berpasangan dengan Embay Mulya Syarief telah berulang kali menegaskan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan Banten. Mereka memastikan KPK akan tetap diundang hadir dan dilibatkan secara langsung dalam penyelenggaraan pemerintahan di Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Rano Karno pun menyinggung sektor pendidikan. Rano menilai pendidikan merupakan salah satu instrumen paling utama yang mampu membebaskan masyarakat dari belenggu kemiskinan struktural.

“Indikator mobilitas vertikal warga ditunjukkan salah satunya dengan meningkatnya kualitas pendidikan yang diberikan kepada masyarakat. Kuncinya, tingkatkan kesejahteraan para guru dan fasilitasi kemauan keras para pendidik untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas diri sebagai pengajar yang profesional,” katanya.  (Bayu)