Jelang Kejurnas, Tim Karate Banten Bangkit Terus Asah Fisik dan Kekuatan

Karate Banten Bangkit
Karateka Banten menjalani pemusatan pelatihan di GOR Baladika Grup 1 Kopassus, Serang, jelang menghadapi Kejurnas 2016. (Foto: Andre AP)

SERANG – Sebanyak 61 karateka yang tergabung di tim Banten Bangkit (Bangkit) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Banten secara intens menggelar pemusatan pelatihan daerah (pelatda) jelang menghadapi dua kejuaraan nasional (Kejurnas) dalam waktu dekat nanti. Fokus pelatda saat ini adalah meningkatkan fisik dan kekuatan karateka agar di kejurnas mampu menuai prestasi tebaik.

Kejurnas Shintoriyu Indonesia Karate-Do (Shindoka) pada 27-29 Januari yang akan dilangsungkan di DKI Jakarta merupakan single event pertama tahun ini yang akan diikuti karateka Banten. Tidak lama kemudian, Kejurnas Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) di Semarang pada 5-7 Februari mendatang merupakan salah satu kejuaraan terbesar nasional yang diikuti FORKI Banten.

Kepala Pelatih Karate Banten Sihang Gusti mengatakan, meski ke-61 karateka yang tergabung di tim Bangkit merupakan yang terbaik di masing-masing kelas hasil dari Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Banten beberapa waktu lalu, tidak lantas dipastikan kualitas fisik dan teknik sudah mumpuni. “Kalau level Banten sudah pasti mereka yang terbaik. Tapi, yang akan kita hadapi nanti adalah event nasional. Kita harus mengimbangi kualitas karateka nasional baik dari segi teknik, fisik, dan power (kekuatan). Kalau untuk teknik sudah bagus. Yang perlu ditingkatkan adalah fisik dan power. Sekarang kami tengah fokus membenahi fisik dan power karateka selama di pelatda,” kata Gusti kepada Radar Banten di sela memimpin latihan di GOR Baladika Grup 1 Kopassus, Serang, Senin (18/1/2016) sore.

Gusti menambahkan, sejauh ini performa karateka selama mengikuti pelatda terus menunjukkan peningkatan. Tak terkecuali mental bertanding yang tumbuh sangat luar biasa. “Kami mengikuti perkembangan anak-anak setiap hari dan kami sangat tahu apa yang berubah dari anak-anak. Kepercayaan diri karateka Banten mulai tumbuh. Mereka tak gentar mendengar nama besar calon lawan dan nama besar event yang akan diikuti nanti. Saya yakin ada prestasi yang dapat dibanggakan di dua kejurnas nanti,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov FORKI Banten Maruli Girsang menyatakan, pihaknya telah memiliki dan menyusun program sedemikian rupa sebagai bentuk pembinaan menuju prestasi karate Banten yang lebih baik. Tidak hanya berprestasi, tetapi juga mencetak atau melahirkan karateka-karateka andal bagi Banten dan Indonesia.

“Salah satu program kami adalah mengikuti sebanyak-banyaknya kejuaraan baik dalam negeri maupun luar negeri. Kami sadar untuk melahirkan karateka tangguh tidak cukup dengan hanya berlati, berlatih, dan berlatih saja. Karateka hebat lahir dari sebuah kompetisi yang diakui,” tandasnya. (RB/dre/air/dwi)