Jelang Nataru, Hiswana Migas Jamin Stok BBM Aman

SERANG – Jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), stok bahan bakar minyak (BBM) hingga elpiji di Provinsi Banten dipastikan aman.

Hal itu disampaikan Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Banten Efu Saefullah saat menyampaikan hasil survei Hiswana Migas ke seluruh SPBU dan agen elpiji di gedung DPRD Provinsi Banten, Rabu (18/12).

Menurut Efu, pihaknya bersama PT Pertamina telah melakukan pengecekan secara serentak pada SPBU dan agen elpiji di Banten, jelang Natal dan Tahun Baru 2020. “Stok BBM dan elpiji semuanya aman, bahkan mulai 25 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020 akan ditambah lagi pasokannya,” ujar Efu kepada Radar Banten di Kota Serang, kemarin.

Ia menambahkan, puncak kebutuhan BBM akan terjadi pada H-1 Nataru atau pada 24 Desember 2019 dengan volume kebutuhan 120,01 kiloliter secara nasional. Puncak kedua kebutuhan BBM akan terjadi pada H+6, yakni 31 Desember 2019 dengan volume 124 kiloliter.

“Sementara puncak kebutuhan solar akan terjadi pada H+13 Nataru atau pada 7 Januari 2020 dengan volume 55,11 kiloliter. Insya Allah untuk Banten aman,” paparnya.

Anggota DPRD Banten itu menambahkan, Hiswana Migas Provinsi Banten juga telah melakukan koordinasi dengan BPH Migas terkait pasokan BBM dan elpiji di jalur wisata yang ada di Banten. “Fokus kita untuk daerah jalur wisata, hasil survei kami tidak ada masalah. Bahkan, Pertamina akan menyiapkan stok hingga tiga kali lipat khusus di jalur wisata yang ada di Banten,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III, Dewi Sri Utami mengatakan, Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk dapat melayani kebutuhan BBM dan LPG bagi masyarakat di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten selama Natal dan Tahun Baru.

“Untuk pasokan di Banten aman,” katanya.

Ia menambahkan, ketahanan stok BBM dan elpiji sudah menyesuaikan kebutuhan masyarakat di setiap daerah. Menurutnya, untuk persiapan layanan khusus, seperti ruas tol baru dan jalur wisata yang belum memiliki fasilitas layanan distribusi BBM, Pertamina juga menyiapkan kios Pertamax dan SPBU modular.

“Kami dari Pertamina untuk tahun ini sudah sesuaikan dengan kondisi yang ada, di mana untuk menjamin ketersediaan BBM dan elpiji selama Nataru. Kami mempertahankan kondisi stok,” paparnya.

Berdasarkan data PT Pertamina (Persero), ketahanan stok elpiji nasional mencapai 17 hari dengan volume 373.602 metric ton (MT) atau penyaluran per hari (daily offtake throughput/DOT) sebanyak 21.963 MT. Ketahanan stok gasoline (bensin) adalah selama 19 hari dengan volume total 2,99 juta kiloliter (kl) atau DOT 157.828 kl.

Sementara, ketahanan stok gasoil (minyak solar) adalah selama 16 hari dengan volume total 1,26 juta kl atau DOT 77.991 kl. Adapun ketahanan stok avtur selama 15 hari dengan volume total 238.265 kl atau DOT 15.040 kl. (den/air/ira)