Jelang Nataru, Penumpang Melintas di Pelabuhan Merak Melonjak 37,5 Persen

CILEGON – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak mencatat sebanyak 155.314 orang telah menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, Lampung selama arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Jumlah itu merupakan akumulasi dari Kamis (19/12) hingga Sabtu (21/12). Sedangkan untuk kendaraan bermotor, pada periode yang sama, jumlah kendaraan yang menyeberang sebanyak 32.277 unit baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Solikin menjelaskan, dibandingkan tahun lalu, baik jumlah penumpang maupun jumlah kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2018, jumlah penumpang yang menyeberang sebanyak 116.753 orang, artinya terjadi peningkatan sebanyak 33 persen. Sedangkan untuk jumlah kendaraan sebanyak 25.458 unit, terjadi peningkatan sebanyak 26,8 persen.

Solikin menjelaskan, sejak Jumat (20/12) kepadatan penumpang mulai terjadi. Meski seperti itu, kepadatan tidak membuat antrean mengular hingga ke luar pelabuhan.

Ia memperkirakan kepadatan kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Merak masih akan terjadi hingga tanggal 23 Desember mendatang, jelang perayaan Natal. “Kepadatan diperkirakan akan terbagi, pertama sampai tanggal 23 (Desember), lalu akan kembali padat pada 30 dan 31 (Desember),” ujar Solikin kepada Radar Banten, Minggu (22/12).

Ia melanjutkan, secara umum, proses penyeberangan di Pelabuhan Merak selama masa libur Nataru tahun ini berjalan lancar dan aman. Tidak ada kendala berarti yang membuat arus mudik terkendala. Kondisi cuaca pun menurut Solikin tidak mengganggu jadwal penyeberangan yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fariz Rizki menjelaskan, guna mengantisipasi terjadi penumpukan kendaraan, kapal-kapal berukuran besar dioperasikan.

Kemudian, peran dermaga eksekutif pun dioptimalkan sehingga membuat alur lalu lintas di Pelabuhan Merak menjadi lebih cepat. “Arus penyeberangan terus kita pantau selama 24 jam. Seluruh aspek baik teknis maupun non teknis pun kita perhatikan agar tidak terjadi gangguan,” paparnya. (bam/ags)