Jelang Pelantikan Jokowi-Ma’ruf: Tatu Minta Warga Tak ke Jakarta

SERANG – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta warga Kabupaten Serang tidak berangkat ke Jakarta untuk aksi unjuk rasa pelantikan presiden dan wakil presiden. Ia mengajak warga mendoakan untuk kebaikan bangsa.

Hal itu disampaikan Tatu usai menghadiri doa bersama di Lapangan Tenis Indoor, Pemkab Serang, Jumat (18/10). Hadir Wakil Bupati Pandji Tirtayasa, ulama, dan pimpinan TNI-Polri di wilayah hukum Kabupaten Serang. Doa bersama itu sebagai tindak lanjut surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam menyambut pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

Tatu menilai, aksi unjuk rasa saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih hanya akan menambah suasana kisruh. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mendoakan bersama. “Tidak usah pergi ke sana (Jakarta-red), kita sambut pelantikan presiden dengan doa dari sini,” katanya.

Menurut Tatu, proses pemilihan presiden (pilpres) sudah selesai. Ia menyadari terjadi perbedaan pilihan antar warga pada pesta demokrasi itu. Namun, kata Tatu, proses tersebut saat ini sudah selesai. “Semuanya sudah selesai, sudah ada yang terpilih, kalau hasil demokrasi pasti ada yang menang ada juga yang kalah, tidak mungkin semuanya menang,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk bersatu kembali dalam berbangsa dan bernegara. Kata Tatu, hasil demokrasi harus disikapi dengan penuh keikhlasan dan dengan hati yang lapang. “Jangan ada dendam, jangan ada perpecahan antar satu dengan yang lainnya,” ucapnya.

Senada disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Serang, Febriyanto mengatakan, persatuan antar-masyarakat sudah seharusnya dijaga dengan baik. Menurutnya, kekuatan negara terdapat pada persatuan dan kesatuan warganya. “Jangan sampai Kita mudah diadu domba dengan adanya isu hoax yang bisa memecah belah Kita semua,” ujar Febri.

Febriyanto mengatakan, Bupati Serang juga sudah menginstruksikan seluruh pejabat dan staf untuk doa dan zikir bersama tingkat Kabupaten, kecamatan hingga desa. “Jadi kegiatan ini berjalan serentak se-Indonesia,” katanya. (jek/zee/ags)